Category: Paroki

<em>Kunjungan Kanonik ke Paroki Pinggiran di Kepulauan Aru</em>:

Setelah kembali dari Vatikan, Roma, saya hanya punya waktu 1 setengah hari istirahat di Ambon. Kemarin, bersama rombongan, kami datang ke Langgur di Kei Kecil dengan pesawat. Sore ini dengan menumpang kapal laut TIDAR, kami melanjutkan pelayaran ke Kota Dobo, Kepulauan Aru. Selama 1 Minggu, kami akan mengunjungi 2 paroki pinggiran di Aru Selatan dan

PERTEMUAN KOMISI KATEKETIK ANTAR KEUSKUPAN REGIO MAM (MAKASSAR-AMBON-MANADO) KATEKESE DIGITAL

<em>CINTA YANG MELAMPAUI HARAPAN TALIABU</em> ( <em>Sebuah refleksi ungkapan terima kasih</em> )

Sharing dari Romo di Paroki Pinggiran Terima Kasih kepada Semua Donatur Setelah 1 minggu tiba di Paroki tempat tugas saya yang Baru, Paroki St. TOMAS RASUL, TALIABU (sebuah paroki pinggiran dari Keukupan Amboina), saya langsung memutuskan untuk melakukan turnei ke semua stasi di Paroki ini. Ada 16 stasi/desa yang ada umat katolik. Saat dari satu

<em>TUHANLAH YANG MENGUTUS KALIAN</em>

Sore ini saya mengutus 13 Frater dan 39 Mahasiswa/i calon Katekis/Guru Agama Katolik ke pulau-pulau di Maluku Utara: Halmahera, Morotai, Ternate dan Bacan di mana terdapat 7 paroki yakni: Paroki Ternate, Tobelo, Jailolo, Kao, Morotai, Buli dan Bacan untuk live in , katekese dan pendampingan umat pinggiran. Jangan takut! Pesanku, karena Anda diutus oleh Tuhan

<em>TUHAN YANG MENYEDIAKAN</em>

Tadi pagi aku menyapa kembali Romo-Romoku yang melayani di paroki-paroki pinggiran; Menanyakan kabar mereka, kondisi dan karya pelayanan mereka sekaligus menginformasikan kepada 4 Romo tentang bantuan donatur 3 buah Altar, 3 buah mimbar baca, 1 buah patung Maria 2,5 meter, Gambar jalan Salib dan 5 set peralatan liturgi kepada mereka. Menanggapi sapaanku, seorang Romo yang

<em>KEMARIN & HARI INI: Kei Besar full Senyum</em> 😇

30 Juni 2023: Bersama Para Tokoh Agama lain dan Pemerintah, Mgr Inno bermain dengan anak-anak & remaja Kei Besar. Temu Anak-Remaja Lintas Agama sekitar 2000 jiwa di Waur sangat meriah. Dilanjutkan dengan Temu dan Wawan Hati Bapa Uskup dengan DPP dan Kelompok Kategorial di desa Wulurat. 01 Juli 2023: Peresmian Kolese Andreas Sol Kei Besar.

<em>BERJALAN BERSAMA DEMI KEMULIAN TUHAN DAN GEREJA</em>

Setelah kemarin mentahbiskan gedung gereja St. Petrus Saparua, kami langsung balik ke Ambon dengan speedboat pada pukul 21.00 WIT dan tiba pukul 22.00 WIT. Di bawah gerakan ” BERJALAN BERSAMA ,” hari ini Vikjen, Sekum, Ketua UNIO, Supda MSC dan 2 Anggota Presidium WKRI kami terbang lagi ke Langgur di Kei Kecil dan siang akan

<em>PENGRESMIAN GEREJA KATOLIK DI SAPARUA</em>

Walaupun hanya sekitar 10 KK di Pulau Saparua dengan jumlah sekitar 50 jiwa, tapi lewat bantuan Paroki induk Katedral Ambon, akhirnya umat kecil ini bisa menyiapkan sebuah rumah untuk Tuhan mereka. Hari ini, saya diundang ke Saparua untuk mentahbiskan gereja kecil milik domba kecil ini dengan kapal Feri yang ditempuh selama 2 jam 30 menit.

<em>DATANGLAH DI KANDANG KAMI WALAUPUN KAMI BUKAN DOMBA GEMBALAANMU</em>

Sama seperti di wilayah lain, maka selama kunjungan kanonik di pesisir Barat pulau Yamdena ini, beberapa desa dan jemaat Gereja Protestan Maluku pun kusinggahi, kusapa dan kukuatkan, bahkan sebisa mungkin menyumbang sejauh mampu. Maka di Lingada ketika menyaksikan keterlibatan jemaat GPM ( Gereja Protestan Maluku ) dan melihat proses pembangunan gedung gereja mereka maka saya

<em>BAPA USKUP, JANGAN LAGI TINGGALKAN KAMI</em>

Setelah minum pagi, umat yang sudah menanti sambil bernyanyi dan bergoyang sejak pukul 05.30 memintahku untuk naik lagi ke kursi agar mereka bisa menandunya sampai ke dermaga. Setibanya di sana, seakan mereka tidak mau melepasku pergi. Maka diiringi bunyi tifa, keluarlah syair sedih ini;” Kapan lagi kita berkumpul di tempat ini?”” Tak ada waktu lain

1 2 3 4 5 6 14
wpChatIcon