EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISESelasa, 05 Maret 2024Hari Biasa Pekan III PrapaskahInjil :…
Menjaga Hati Sembari Menantikan Kedatangan Tuhan
MUTIARA IMAN :
Homili Minggu Adven I – 30 November 2025
Injil hari ini, di masa Advent I, mengalun dengan nada yang lembut sekaligus tegas: “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” Kata-kata Yesus ini bukanlah ancaman, melainkan sapaan penuh kasih yang mengingatkan kita bahwa hidup selalu menyimpan misteri. Kedatangan Tuhan tidak pernah bisa diprediksi, dan justru di situlah letak keindahan panggilan-Nya: agar kita senantiasa hidup dengan hati yang terjaga, waspada, dan penuh kesadaran.
Menjaga hati adalah inti dari kewaspadaan rohani. Hati adalah pusat kehidupan, tempat kasih berakar, tempat iman bertumbuh, tempat keputusan besar diambil. Hati yang terjaga mampu menangkap kehadiran Tuhan dalam setiap peristiwa, bahkan dalam hal-hal sederhana yang sering luput dari perhatian. Sebaliknya, hati yang lengah mudah terbuai oleh kesenangan dan pesona dunia yang tampak indah di permukaan, namun rapuh dan cepat berlalu.
Lantas bagaiman org bisa menjaga hati?
Naik ke gunung Tuhan dan mendengarkan Dia
Menjaga Hati dapat dilakukan melalui cara hidup yg diajarkan Yesaya : naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajarkan kita jalan-jalan-Nya. Gunung Tuhan adalah lambang keheningan, tempat kita meninggalkan hiruk pikuk dunia dan mendaki menuju terang. Di sana, Tuhan hadir, mendengarkan dengan hati-Nya, dan menuntun kita pada jalan yang harus ditempuh: jalan damai, jalan keadilan, jalan kasih. Naik ke gunung Tuhan berarti membuka hati untuk dibentuk, agar langkah kita tidak tersesat oleh jalan dunia yang penuh kekerasan dan ketamakan.
Mengarahkan Sukacita ke Rumah Tuhan
Menjaga Hati berarti mengarahhkan sukacita ke rumah Tuhan sebagaimana yg didengungkan oleh pemazmur: “Aku bersukacita ketika orang berkata kepadaku: Mari kita pergi ke rumah Tuhan.” Sukacita menuju rumah Tuhan adalah tanda hati yang terjaga. Hati yang waspada tidak mencari kebahagiaan semu dalam pesta dunia, melainkan menemukan damai sejati dalam doa, liturgi, dan persekutuan iman. Rumah Tuhan menjadi tempat di mana sukacita sejati bersemi, bukan karena gemerlap dunia, melainkan karena kehadiran-Nya yang menenteramkan.
Tanggalkan perbuatan kegelapan
Menjaga Hati berarti hidup dalam terang seperti yang ditegaskan oleh rasul Paulus: “Bangunlah dari tidur, tanggalkan perbuatan gelap, dan kenakan senjata terang.” Tidur rohani adalah keadaan ketika hati membiarkan diri larut dalam kebiasaan yang meninabobokan. Menjaga hati berarti berani bangun, meninggalkan segala yang tak tahan cahaya—iri hati, pesta pora, ketamakan—dan mengenakan Kristus sebagai perlengkapan hidup. Senjata terang itu adalah kasih, kejujuran, pengendalian diri, dan pelayanan. Dengan8 senjata terang, kita tidak hanya melindungi diri dari gelap, tetapi juga memancarkan cahaya yang menghidupkan orang lain.
So pada akhirnya, mari sadari bahwa masa Adven adalah undangan untuk melatih hati agar tetap terjaga. Hati yang terjaga adalah hati yang berani naik ke gunung Tuhan, hati yang menemukan sukacita di rumah-Nya, hati yang bangun dari tidur rohani, dan hati yang mengenakan senjata terang. Dengan hati yang demikian, kita tidak akan dikuasai oleh ketakutan, melainkan dipenuhi damai dan sukacita.
“Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.”
Semoga hati kita senantiasa terjaga, lembut dalam kasih, kuat dalam terang, dan siap menyambut Kristus yang datang setiap saat.
Salam dan doa,
Rev. Andy S.
Related Posts
- HATI TUHAN TERGERAK, TAPI HATI MANUSIA TEGAR
- TUHAN PASTI MENJAGA DAN MEMELIHARAMU
EMBUN ROHANI PAGI DARI PAROKI NAMARRabu, 04 Juni 2025Hari Biasa Pekan VII PaskahInjil: Yoh. 17…
- KERINDUAN HATI TUHAN ADALAH MENYELAMATKANMU
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA KOTA AMBON MANISESelasa, 13 Agustus 2024Injil: Mat. 18 : 1…
Archives
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
Categories
- APP 2025
- banda naira
- Beranda Nuhu Yuut
- berita dari kei kecil
- berita duka
- Berita Keuskupan
- BKSN
- Bulan Liturgi Nasional
- Daily Words
- Downlaod
- ekaristi
- Embun Pagi
- Filsafat
- Frits H. Pangemanan
- Hari Lahir Kota Ambon
- HUT Episkopal
- Jumaat Agung
- Kamis Putih
- Katedral Ambon
- Kepausan
- Kevikepan Kei Kecil
- Kevikepan KKT/MBD
- Kevikepan Kota Ambon
- Kevikepan seram
- Kewikepan Seram
- kolese Joannes Aerts Kei Besar
- Kolose Andreas Sol
- Kolose YPKKA
- Komisi Kateketik
- Komisi Kepemudaan
- Komisi Kitab Suci
- komisi liturgi
- Komisi Pendidikan
- Komisi Seminari
- Kompasiana
- KOMSOS
- Kronik
- Kuasi Paroki Wowonda
- kunjungan kanonik
- Kunjungan Uskup
- Kuria MAM
- KWI
- LAPORAN MUSPASPAS
- mahasiswa katolik
- malaysia
- mars projo
- misa krisma
- Misionaris Marauke
- MUSPASPAS 2024
- MUSPASPAS2024
- Mutiara Iman
- OFM
- OMK
- Opini
- Paroki
- Paroki Passo
- Paroki Pinggiran
- Paroki St. Mathias Saumlaki
- Pesan Natal
- Prapaskah
- Rapat Kuria
- Refleksi Pastoral
- Rekoleksi
- Rekoleksi Para Imam
- Renungan
- rumah unio langgur
- satucintaseribusenyum
- Sejarah Kota Ambon
- Sejenak Sabda
- SEKAMI
- sekami
- Stasi Banda Neira
- STFSP-Pineleng
- STPAK Ambon
- Surat Gembala
- Tahun Yubelium
- Tri Hari Suci
- unio projo
- Uskup Seno Ngutra
- Vatikan
- Wilayah
- Wilayah Aru
- Wilayah Buru
- Wilayah Kei Besar
- Wilayah Kei Kecil
- Wilayah Kota Ambon
- Wilayah KTT
- wilayah malut
- Wilayah Talimas
- wisata rohani airlow
- YPKKA
