DAILY WORDS, SABTU, 18 JUNI 2022
PEKAN BIASA XI
BY RP. PIUS LAWE, SVD
BACAAN I : II TAW 24: 17-25
MAZMUR : MZM 89: 4-5.29-30.31-32.33-34
INJIL : MAT 6: 24-34
@ Kisah “hati yang mendua” adalah kisah klasik. Hawa dan Adam telah memulai peziarahan anak Tuhan dengan kisah pilu “hati yang mendua”. Ketika sedang menikmati indahnya Eden, datang tawaran yang sangat menggiurkan dari iblis. Kalau bisa memakan buah di tengah taman Eden, bakal mereka berdua seperti Allah, bisa menjadikan segala-galanya. Godaan yang datang dengan menggunakan alat yang dapat mendeteksi “aslinya” kharakter manusia yaitu kesombongan, telah menciptakan KEKUATIRAN. Dua insan ini terbius oleh peluru iblis. Mereka menjadi kuatir kalau Allah dapat menjamin kebahagiaan baginya. Alhasil, kehancuran yang mereka tuai. Matanya yang tengah menikmati keindahan Eden, sekarang dapat melihat dirinya yang sedang telanjang. Sirna sudah Eden. Dunia nyata penuh pergumulan agar dapat bertahan hidup, sekarang ada di depan mata. Ini konsekuensi dari HATI YANG MENDUA sabagai dosa turunan oleh karena KEKUATIRAN.
@ Kesombongan yang melahirkan KEKUATIRAN yang bermuara pada terciptanyavHATI YANG MENDUA, juga melilit penduduk Yerusalem dan Yehuda segera setelah meninggalnya imam Yoyada-imam di Yerusalem yang bergerak di belakang layar demi tegaknya kerajaan akibat ulah ibu Atalya. Para pemimpin Yehuda bukan lagi menyembah Yahwe melainkan menyembah raja. Mereka meninggalkan rumah Tuhan Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah pada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu, Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka. Tuhan mengutus nabi-nabi untuk menegur mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya. Mereka kuatir kalau Allah bisa menjamin hidupnya. Karena itu mereka bersih keras untuk menyembah raja.
@ Kekuatiran yang menimpa Hawa dan Adam, juga orang-orang Yerusalem dan Yehuda pada masa setelah wafatnya imam Yoyada, juga menimpa kita sekalian. Setiap kita tentu saja mengalami banyak dilema ketika kita berhadapan dengan berbagai tawaran dunia yang enak dan gemerlap. Komitmen kita diuji. Ketahanan kita bahkan goyah. Hal ini sering terjadi ketika kita menjadi kuatir kalau Allah dapat menjamin segala-galanya termasuk kehausan-kehausan kita akan apa saja yang kita alami dalam perjalanan hidup ini. Oleh karena itu Yesus dengan tegas mengingatkan kita untuk tidak cepat tergiur dengan segala macam tawaran duniawi. Yesus juga mengingatkan kita untuk fokus pada satu hal utama. Setia pada yang satu. Pasrah pada penyelenggaraan Allah dan nikmati apa yang ada. Dia mengajak kita untuk tidak mencemaskan diri kita dengan hal-hal yang bersifat artifisial -bukan utama-sementara-hanya sekedar aksesories/penghias/tambahan belaka. Hindarilah kekuatiran akan hari esok. Serahkan semua pada penyelenggaraan Tuhan.
@Marilah kita saling mendoakan agar oleh dorongan Roh Kudus hati kita tetap teguh/kokoh berpegang pada komitmen kita untuk mengabdi hanya pada Tuhan. Dalam kerapuhan dan keterbatasan yang kita miliki, mari kita dekatkan diri pada Tuhan agar hal-hal lain yang bersifat TAMBAHAN, tidak menghalangi kita, tidak membawa dilema, tidak menimbulkan KEKUATIRAN pada diri kita. Semoga Allah dalam Roh Kudus-Nya memampukan kita untuk menyikapi setiap kekuatiran yang datang menimpa diri kita agar kita hidup dalam HATI YANG MENDUA. Maria Ratu semua umat beriman dan Ratu Para Imam, doakanlah kami…. have a great and wonderful weekend filled with love and forgiveness. Warm greetings to you all. ❤❤❤❤🙏🙏🙏🙏