EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA MUTIARA DOBOKamis, 08 Desember 2022HR Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa…
SIAPA YANG INGKAR JANJI?
DAILY WORDS, SELASA, 30 JULY 2024
HARI BIASA DALAM PEKAN BIASA XVII
BY RP. PIUS LAWE, SVD
BACAAN I : YER 14: 17– 22
MAZMUR : MZM 79: 8. 9.11.13
INJIL : MAT 13: 36 – 43
@ Pertanyaan di atas, yang saya jadikan judul refleksi hari ini, lahir dari isi ratapan nabi Yeremia. Nabi meratap pilu menyaksikan kehancuran kerajaan Yehuda oleh karena serangan bangsa asing. Serangan ini telah menggoreskan luka nan pedih dan perih di dalam nubari bangsa yang sungguh yakin akan keterpilihannya oleh Allah. Kemana saja Yeremia melangkah, yang dia saksikan adalah kehancuran kota, rintihan para penderita dan bahkan mayat-mayat yang bergelimpangan di jalanan kota. Lonceng kematian berdentang dimana-mana. Sungguh, invasi bangsa asing sangat melumpuhkan seluruh sendi kehidupan kerajaan.
@ Menyaksikan kenyataan yang menyayat hati, siapakah yang mesti disalahkan? Apakah Allah yang mesti disalahkan atau para pemimpin kerajaan dan rakyatnya? Apakah ini merupakan akibat penghakiman oleh Allah? Atau dengan pertanyaan lain, apakah ini merupakan hukuman dari Allah atas kebobrokan yang dilakukan bangsa pilihan-Nya? Ataukah ini merupakan bukti bahwa Allah dan kerajaan Yehuda begitu lemah dihadapan bangsa asing? Apakah ini merupakan bukti bahwa Allah telah mengingkari janjiNya atau sebaliknya rakyat kerajaan dan pemimpinya yang ingkar janji?
@ Untuk menjawab rentetan pertanyaan di atas, mari kita kembali kepada prinsip-prinsip ini. Pertama , Allah itu Mahacinta. Dia adalah cinta. Dia mencintai umat manusia dengan menciptakannya dan memberikannya aturan main (perintah/aturan) demi kebaikan manusia itu sendiri. Kedua , manusia diberi kebebasan untuk memilih, antara mengikuti peraturan atau perintah Allah, atau sebaliknya memilih jalan yang lain (melanggar) untuk tujuan yang ada di luar tujuan luhur Allah yaitu demi kebaikan manusia itu sendiri. Ketiga , karena aturan atau perintah Allah itu bertujuan untuk kabaikan manusia itu sendiri maka jika manusia melanggarnya, maka manusia itu sendiri yang mesti mengoreksi dirinya dan bukan menyalahkan Allah. Setiap pilihan mempunyai konsekuensinya sendiri. Atas pendasaran di atas, semua kehancuran yang terjadi merupakan kesalahan raja dan rakyatnya. Ketika aturan atau perintah Allah dilanggar, kerajaan gampang dirongong oleh kekuatan asing. Tidak ada pegangan bagi mereka untuk bertahan.
@ Dari perumpamaah Yesus tentang “ Lalang di Ladang ” yagn kita dengar hari ini, saya memahaminya begini: kita semua yang dilahirkan dalam Kristus lewat permandian adalah benih yang baik. Kita yang adalah benih baik ini hidup di atas dunia dengan begitu banyak tawaran yang datang dari iblis. Tawaran itu adalah benih ilalang (kejahatan). Terhadap tawaran ini, kita diberi kebebasan untuk memilih antara dua kemungkinan ini: atau bertahan menjadi benih yang baik, atau sebaliknya memilih jalan yang lain dengan konsekuensi kita bakal bertumbuh dan berkembang menjadi lalang ( orang jahat ). Sekali lagi, semuanya tergantung pilihan yang setiap orang buat atas hidupnya. Jika saya memilih untuk dipengaruhi oleh cara hidup lalang, maka saya bakal dikumpulkan oleh para malaikat pada akhir zaman dan dibakar. Dengan kata lain, jika saya memilih cara hidup “ lalang ” maka saya bakal kehilangan surga – tempat yang menjadi kerinduan setiap orang benar. Dalam hal ini, saya sendiri yang ingkar janji (janji baptis) dan menyiapkan diri untuk memikul konsekuensinya. Bukan lagi Allah melainkan diri saya sendiri yang memasukkan diri ke dalam pencobaan.
@ Terhadap hal di atas, ada dua hal yang mungkin perlu kita catat di dalam hidup: pertama , belaskasih Allah melampaui semua salah dan dosa yang kita pernah lakukan. Oleh karena itu “jalan balik” ke dalam pangkuan Allah selalu terbuka. Kedua , mari kita saling mendoakan, semoga kita beroleh anugerah Roh Kudus, agar kehendak bebas kita diarahkan dan dikuatkan pada hal-hal yang baik agar pada akhirnya kita diperkenankan Allah untuk bergabung bersama para kudus di surga. Semoga oleh kekuatan Roh Kudus, kita tidak memasukkan diri ke dalam pencobaan, semoga kita tidak ingkar janji! Semoga demikian. Have a blessed evening filled with love and compassion. Warm greetings from Nusa Ina manise… padrepiolaweterengsvd 🙏🏾🙏🏾🙏🏾🙏🏾🙏🏾🙏🏾
Related Posts
- YANG KUDUS MELAHIRKAN YANG TERKUDUS
- Sebagai orang yang diutus
(Kis.13:13-25; Yoh. 13:16-20) Sebenarnya, setelah Yudas, peristiwa pengkhianatan itu sudah selesai. Tidak ada lagi yang…
- MENCARI YANG ABADI BUKAN YANG FANA
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA TIAKUR, MALUKU BARAT DAYAJumat, 25 November 2022Minggu Biasa XXXIVInjil :…
Archives
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
Categories
- APP 2025
- banda naira
- Beranda Nuhu Yuut
- berita dari kei kecil
- berita duka
- Berita Keuskupan
- BKSN
- Bulan Liturgi Nasional
- Daily Words
- Downlaod
- ekaristi
- Embun Pagi
- Filsafat
- Frits H. Pangemanan
- Hari Lahir Kota Ambon
- HUT Episkopal
- Jumaat Agung
- Kamis Putih
- Katedral Ambon
- Kepausan
- Kevikepan Kei Kecil
- Kevikepan KKT/MBD
- Kevikepan Kota Ambon
- Kevikepan seram
- Kewikepan Seram
- kolese Joannes Aerts Kei Besar
- Kolose Andreas Sol
- Kolose YPKKA
- Komisi Kateketik
- Komisi Kepemudaan
- Komisi Kitab Suci
- komisi liturgi
- Komisi Pendidikan
- Komisi Seminari
- Kompasiana
- KOMSOS
- Kronik
- Kuasi Paroki Wowonda
- kunjungan kanonik
- Kunjungan Uskup
- Kuria MAM
- KWI
- LAPORAN MUSPASPAS
- mahasiswa katolik
- malaysia
- mars projo
- misa krisma
- Misionaris Marauke
- MUSPASPAS 2024
- MUSPASPAS2024
- OFM
- OMK
- Opini
- Paroki
- Paroki Passo
- Paroki Pinggiran
- Paroki St. Mathias Saumlaki
- Pesan Natal
- Prapaskah
- Rapat Kuria
- Refleksi Pastoral
- Rekoleksi
- Rekoleksi Para Imam
- Renungan
- rumah unio langgur
- satucintaseribusenyum
- Sejarah Kota Ambon
- Sejenak Sabda
- SEKAMI
- sekami
- Stasi Banda Neira
- STFSP-Pineleng
- STPAK Ambon
- Surat Gembala
- Tahun Yubelium
- Tri Hari Suci
- unio projo
- Uskup Seno Ngutra
- Vatikan
- Wilayah
- Wilayah Aru
- Wilayah Buru
- Wilayah Kei Besar
- Wilayah Kei Kecil
- Wilayah Kota Ambon
- Wilayah KTT
- wilayah malut
- Wilayah Talimas
- wisata rohani airlow
- YPKKA