DAILY WORDS, KAMIS, 09 JUNI 2022PEKAN BIASA XBY RP. PIUS LAWE, SVD BACAAN I :…
BERBEKALKAN DOA & PUASA
DAILY WORDS, SABTU, 11 JUNI 2022
PEKAN BIASA X
PW S. BARNABAS, RASUL
BY RP. PIUS LAWE, SVD
BACAAN I : KIS 21b-26;13:1-3
MAZMUR : MZM 98: 2-3ab. 3c-4. 5-6
INJIL : MAT 10: 7-13
@ Barnabas, Rasul! Nama “Barnabas” sesungguhnya berarti “Putera Penghiburan”, nama yang dibubuhkan atasnya oleh para rasul dari nama aslinya Yosef. Bukan berarti Barnabas menjalankan peran sebagai seorang penghibur yang membawakan satu pertunjukan untuk menghibur para penonton. Bukan demikian makna dari pemberian nama atasnya.
@ Hemat saya, para rasul membubuhkan nama “Putera Penghibur” atasnya karena dialah yang menghantar Paulus kepada para rasul dan memberikan kesaksian tentang penglihatan Paulus dalam perjalanan ke kota Damsyik dan proses pertobatannya menjadi pewarta Kristus yang bangkit. Hidup dalam hikmat Roh Kudus dan kesalehan yang ia miliki membuat dia sungguh sebagai seorang Putera Penghibur. Artinya, Roh Kudus sungguh memainkan peranan penting di dalam hidup Barnabas. Roh Kudus-lah yang meneguhkan dan menghibur Barnabas dalam seluruh perjalanan misi. Hanya di dalam Roh Kudus, Barnabas mampu mengatasi semua perasaan ragu, takut dan cemas. Roh Kudus memberanikan dia bermisi-mewartakan Kristus yang bangkit- sampai dia mempertaruhkan nyawanya di kota Salamis. Roh Kudus memampukan Rasul Barnabas untuk tetap fokus pada misi Kristus apa pun tantangan dan rintagangan yang dihadapinya. Rasul Barnabas tidak terikat pada hal-hal duniawi apa pun. Dia tidak pernah mencemaskan soal makan, minum, apa yang dikenakan, bahkan dia tidak mencemaskan hidupnya. Yang menjadi fokus perhatiannya adalah MEWARTAKAN KRISTUS YANG BANGKIT.
@ Semangat atau antusiasme Rasul Barnabas dan para Rasul lainnya dalam mewartakan Kristus yang bangkit sungguh dilandasi oleh suatu keyakinan yang kuat bahwa Allah adalah penyelenggara segalanya. Dialah yang menyediakan segala sesuatu bagi para utusan-Nya. Penyelengaraan Allah Bapa dan pengorbanan Yesus -Sang Putera merupakan jaminan dan motivasi utama yang menyadarkan para rasul tentang hal memberi diri dan segalanya bagi kemulian Allah. Para rasul telah menerima dari Allah secara cuma-cuma segalanya, dan karena itu mereka pun mestinya membagi kepada sesama dengan sukarela apa saja yang mereka punyai bahkan hidup mereka itu sendiri.
@ Meskipun demikian, tentu banyak halangan, baik dari dalam maupun dari luar diri para rasul, turut memengaruhi semangat mereka dalam melayani. Ada halangan fisik maupun psikologis dan sosial yang menghambat niat mereka untuk menjalankan misi. Namun sebagaimana yang dialami Rasul Barnabas, pengandalan Rog Kudus dan perannya adalah satu modal utama di dalam pelayanan firman. Barnabas selalu menyiapkan tempat di dalam dirinya bagi karya Roh Kudus. Hanya di dalam Roh Kudus, para rasul tidak dililiti rasa cemas dan gelisah akan keterbatasan dan kekurangan yang mereka alami di dalam tugas perutusan. Sebagaimana yang Yesus ajarkan kepada mereka, ketika bermisi, janganlah para utusan Kristus membiarkan diri dihantui oleh segala macam urusan duniawi semisal harta benda (emas atau perak atau tembaga), bekal dalam perjalanan, pakaian, pangkat, kuasa, uang, status sosial, harga diri, ambisi, dsb. Biar Tuhanlah yang menyediakan semuanya dalam cara-Nya yang unik. Dengan berbekalkan relasi dan komunikasi dengan Tuhan (doa), dan dengan bermodalkan “puasa” (lepas bebas dari segala kenikmatan duniawi), seorang rasul Tuhan dapat mewartakan Injil kemana pun dia berada dan diutus.
@ Dalam pengalaman bermisi, khususnya di tanah Seram, mentalitas kerasulan dengan mengandalkan doa (komunikasi dengan Allah) dan puasa (ke-tak-lekatan dengan kepemilikan harta duniawi), coba kami hidupi meskipun tidak se-ideal yang dimaksudkan oleh Yesus. Dan justru dengan mengikuti prinsip ketergantungan pada Allah dan ke-tak-melekatan pada harta dunia, Allah telah menyediakan berbagai macam hal berhubungan dengan karya misi. Kedermawanan umat dalam kesederhanaannya untuk memberi dari kekurangan yang mereka miliki, dan kedermawanan para penderma baik penderma lokal maupun penderma dari luar paroki, telah membuktikan kekuatan firman Tuhan hari ini,”Kamu telah menerima dengan cuma-cuma;karena itu berilah dengan cuma-cuma pula!…”
@ Tentu saja, kita semua, dalam bentuknya yang berbeda sesuai dengan pilihan hidup masing-masing, diutus menjadi pewarta Kabar Gembira. Doa (komunikasi dan ketergantungan pada Allah) dan puasa (ke-tak-melekatan pada harta dan kuasa dunia) merupakan MODAL UTAMA yang harus kita andalkan. Roh Kudus menjadi PEMERAN UTAMA dalam hal ini. Namun, saya dan saudara/i sekalian tentu mempunyai keterbatasan dan kerapuhan yang sering mengganjal hati dan seluruh diri kita untuk melayani. Oleh karena itu, kita tetap dan senantiasa saling mendoakan agar kita, di dalam tugas perutusan, tetap mengandalkan Allah (doa dan puasa). Selamat merayakan kemartiran Rasul Barnabas. Have a wonderful weekend filled with love and cimpassion. Warm greetings to you all….❤❤❤🙏🙏🙏
Related Posts
- MUJARAB-NYA SEBUAH DOA YANG TULUS IKHLAS
- MENGEJAR "YANG KEKAL"
DAILY WORDS, JUMAT, 17 JUNI 2022PEKAN BIASA XIBY RP. PIUS LAWE, SVD BACAAN I :…
- SENJATA YANG PALING AMPUH
DAILY WORDS, SENIN, 13 JUNI 2022PEKAN BIASA XPW ST. ANTONIUS DARI PADUABY RP. PIUS LAWE,…
Archives
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
Categories
- APP 2025
- banda naira
- Beranda Nuhu Yuut
- berita dari kei kecil
- berita duka
- Berita Keuskupan
- BKSN
- Bulan Liturgi Nasional
- Daily Words
- Downlaod
- ekaristi
- Embun Pagi
- Filsafat
- Frits H. Pangemanan
- Hari Lahir Kota Ambon
- HUT Episkopal
- Jumaat Agung
- Kamis Putih
- Katedral Ambon
- Kepausan
- Kevikepan Kei Kecil
- Kevikepan KKT/MBD
- Kevikepan Kota Ambon
- Kevikepan seram
- Kewikepan Seram
- kolese Joannes Aerts Kei Besar
- Kolose Andreas Sol
- Kolose YPKKA
- Komisi Kateketik
- Komisi Kepemudaan
- Komisi Kitab Suci
- komisi liturgi
- Komisi Pendidikan
- Komisi Seminari
- Kompasiana
- KOMSOS
- Kronik
- Kuasi Paroki Wowonda
- kunjungan kanonik
- Kunjungan Uskup
- Kuria MAM
- KWI
- LAPORAN MUSPASPAS
- mahasiswa katolik
- malaysia
- mars projo
- misa krisma
- Misionaris Marauke
- MUSPASPAS 2024
- MUSPASPAS2024
- OFM
- OMK
- Opini
- Paroki
- Paroki Passo
- Paroki Pinggiran
- Paroki St. Mathias Saumlaki
- Pesan Natal
- Prapaskah
- Rapat Kuria
- Refleksi Pastoral
- Rekoleksi
- Rekoleksi Para Imam
- Renungan
- rumah unio langgur
- satucintaseribusenyum
- Sejarah Kota Ambon
- Sejenak Sabda
- SEKAMI
- sekami
- Stasi Banda Neira
- STFSP-Pineleng
- STPAK Ambon
- Surat Gembala
- Tahun Yubelium
- Tri Hari Suci
- unio projo
- Uskup Seno Ngutra
- Vatikan
- Wilayah
- Wilayah Aru
- Wilayah Buru
- Wilayah Kei Besar
- Wilayah Kei Kecil
- Wilayah Kota Ambon
- Wilayah KTT
- wilayah malut
- Wilayah Talimas
- wisata rohani airlow
- YPKKA