EMBUN ROHANI PAGI DARI DESA ATUBUL DOL, KEPULAUAN TANIMBAR Senin, 30 Desember 2024 Masa Natal Injil: Luk. 2 : 36 – 40
“Betapa tenang dan damainya jiwa yang bersandar dan berpaut pada Allah sekalipun berlayar di tengah ombak yang dasyat dan dihantam badai yang ganas.”
Menjanda adalah problem kehidupan yang dirasakan laksana dihantam oleh badai dan gelombang kehidupan oleh seorang wanita, namun para wanita hebat ini biasanya mengemudikan kapal mereka sampai ke tepian karena kekuatan mereka berasal dari Allah seperti Hana yang diceritakan dalam kisah Injil hari ini:”Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.” ( ayat 37 )
Pelajaran penting bagi kita di hari ini adalah:
1) Tetaplah bersandar dan berharap pada Tuhan apa pun badai dan gelombang kehidupan yang Anda alami;
2) Tetaplah memohon pertolongan-Nya dan percaya bahwa Tuhan pasti akan membantumu tepat waktu;
Akhirnya bila Tuhan telah menunjukkan kasih sayang-Nya kepada Hana, si Janda itu maka Ia pun sangat sanggup menolong dan memulihkanmu. Tetaplah berserah kepada-Nya dalam doa-doamu.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua. ( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )
Yes. 40:1-5,9-11; 2Ptr. 3:8-14; Mrk. 1:1-8. HM Adven II Minggu, 10 Desember 2023 Yohanes Pembaptis adalah utusan Tuhan untukmempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus Kristus. Diasangat menyadari posisinya. Dia tidak menempatkan dirinyasebagai yang utama. Yesus-lah yang utama, dan Yohanessangat sadar akan hal ini. Yohanes mengatakan, "Sesudah akuakan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkukdan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamudengan Roh Kudus." Kesadaran ini membuat Yohanes tidakmelampaui posisi dan kuasa Yesus Kristus. “Sikap tau diri” ini adalah gambaran kerendahan hati Yohanes Pembaptis. Diadengan rendah hati bawah dirinya bukanlah yang pentingdibandingkan dengan Yesus. Bagi Dia, Yesus lebih luar baisadaripada dirinya. Dia menyadari bahwa dirinya bukan Tuhan, tetapi Yesus-lah Tuhan. Nilai kerendahan hati ini begitu penting dalammembangun relasi dengan Tuhan dan sesama. Orang yang rendah hati adalah orang yang membiarkan Tuhan menguasaidirinya. Semakin besar orang itu atau semakin penting orang itu, semakin dia menyadari bahwa dia tidaklah berarti di mataTuhan. Kerandahan hati membuat kita menyadari kelemahankita; sadar diri bahwa memiliki kekurangan. Kerendah hatijuga akan membimbing kita untuk melihat karunia-karuniaTuhan dalam diri orang…