AWAL DARI MENGUNJUNGI PULAU SERAM DEMI MEREKA YANG TERPINGGIRKAN

( oleh mahasiswi : Anggilina Resubun )

“Ketika di utus kembali ketempat yang baru saya didatangi oleh sang gembala mgr inno ngutra untuk merangkum semua umat katolik yang tinggal di tempat-tempat terpencil”
Ketika sebelum di utus oleh bapa uskup untuk turun kembali ke tempat-tempat terpencil, bapa uskup menghubungi saya lewat WhatsApp dengan pertanyaan singkat bahwa ada tawaran untuk pelayanan di paroki wahai seram Utara dari tanggal 6-21 February 2023 . Sontak dengan tanpa ragu dan penuh keyakinan bahwa ini adalah sebuah pelayanan bagi mereka yang terpinggirkan maka saya langsung menerima tawaran tersebut.
Tibalah saatnya dimana kami tim mempersiapkan diri untuk berangkat tepat tanggal 5 February 2023 Perjalanan Yang cukup mamakai waktu berjam-jam dari Poka – Pelabuhan Liang. dalam perjalanan yang terombang-ambing oleh gelombang laut membuat rasa ketakutan ini muncul, akhirnya sampailah kami di pelabuhan waipirit menuju ke Piru dengan kedatangan untuk bermalam di piru kemudian kami bertemu dengan seorang Pastor Paroki St Theresia piru dan beberapa umat yang menyambut kedatangan kami dengan baik. Kami di undang oleh bapa pastor untuk makan malam bersama sambil bercerita perjalanan keberangkatan kami pada keesokan harinya.
6 February 2023 Pukul 08:30 WIT kami mulai melanjutkan perjalanan ke Wahai Seram Utara dengan waktu yang lama sekitar 11 Jam dengan menggunakan sebuah bis kampus. Dalam perjalanan rasa bosan mulai muncul karena saya berpikir bahwa mengapa belum juga sampai-sampai beberapa kali tidur dan bangun juga masih berada di dalam mobil. Perjalanan yang sangat membutuhkan tenaga yang kuat ini maka kami berhenti untuk beristirahat dulu di sebuah rumah makan , namun setelah makan siang kami harus melanjutkan perjalanan karena masih panjang agar bisa sampai ke wahai.
Pukul 19:00 WIT tibalah kami di sebuah Paroki St Maria Imaculata Wahai dengan bertemu dengan seorang Pastor Paroki Yang bernama RP Kun Party SVD . Kini kami dibagi menjadi dua orang dalam satu rukun/ Stasi setelah pembagian itu saya bertemu dengan seorang sahabat kecil, kini kami berdua masih bersama-sama melanjutkan pendidikan di STPAK St Yohanes Penginjil Ambon. Setelah pembagian itu Kami berdua bersalaman dengannya sambil bercerita tentang kedatangan kami disini dan ia juga bercerita sedikit bagaimana situasi umat di paroki ini Ia juga mengatakan bahwa kami berdua akan tinggal di pastoran bersamanya kami hanya mengucapkan terimakasih namun dalam benak ini ingin sekali tinggal di rumah dengan umat sambil merasakan kenikmatan kehidupan mereka sehari-hari. Banyak cerita yang tersampaikan kepada kami dari pastor membuat pribadi saya ingin cepat untuk bertemu dengan mereka dan merangkul .
Hari yang baru dengan dengan merasakan udara pagi di Wahai Seram Utara, Pagi-pagi Kami berdua diajak Oleh Pastor Paroki untuk Jalan-jalan ke Pasar membeli bahan-bahan untuk makanan pagi dan siang ini . Satu hari itu kami menggunakan waktu dengan beristirahat dulu sebelum melanjutkan kegiatan yang akan dijalankan nanti. Kami membuat Jadwal Pelayanan, Keesokan harinya kami mulai dengan tugas kami hari itu kami di antar oleh Pastor Paroki untuk berkunjung ke sebuah desa bernama Batukapira(Pohon Lemon) diawali dengan Perkenalan singkat dari kami berdua bagi beberapa umat disana yang tinggal jauh dari Gereja Katolik sekitar 5 kilo , Jadwal Besok kami mulai dengan memberikan Pembinaan Bagi calon krisma . Dalam satu Minggu itu kami hanya berfokus untuk pembinaan di sana. Dan satu Minggu berikutnya Kami kembali berfokus pada umat di desa kampung baru awal yang baik telah kami kunjungi 1 keluarga di desa tersebut. Kini kami melakukan Pembinaan bagi mereka calon krisma di Gereja Katolik St Maria Imaculata Wahai, seperti biasanya kami awali dengan perkenalan singkat dengan mereka kemudian dilanjutkan dengan Pembinaan.
(Disini mulailah dimana saya merasa sedih untuk pertama kali karena dimana perhatian mereka pada saya tidak sebaik apa yang saya pikirkan hati kecil telah berkata ingin menangis .) Hari kedua seperti biasanya kami berdua melanjutkan pembinaan bagi mereka tanpa ada rasa marah dan cengang proses pembinaan itu sungguh berjalan dengan lancar, disisi lain kami melakukan kegiatan Pembinaan bagi ketiga Anak yang Ingin menerima Sakramen Ekaristi. Seperti biasa dalam satu Minggu ini kami berfokus pada umat ini untuk memberikan pelayanan .
Hari yang penuh kasih sayang ( Happy Valentines day) 14 February 2023 Kegiatan Ini kami Tim melakukan secara bersamaan di Stasi Sto Petrus Oping, Awalnya kegiatan ini kami lakukan agar Orang Muda Katolik ( OMK ) dapat terlibat Aktif sebagai Tulang Punggung Gereja, namun kegiatan ini bukan hanya dengan OMK melainkan semua umat di Stasi ini sangat terlihat .
Suatu moments istimewa yang dinanti oleh umat paroki St Maria Imaculata Wahai yaitu kedatangan Sang Gembala Mgr Inno Ngutra untuk memberikan Sakramen Krisma. Tanggal 18 February Kami menyambut kedatangan Bapa uskup bersama rombongan, suatu pengalaman baru bagi diri saya sendiri menjadi seorang MISDINAR pada saat acara penjemputan tersebut hati penuh dengan sukacita dan kegembiraan saat melihat senyuman tipis yang manis oleh Bapa Uskup. . Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba 19 February 2023 Umat Paroki St Maria Imaculata Wahai telah menerima Sakramen Krisma yang diberikan oleh Mgr Inno Ngutra .
Setelah perayaan Ekaristi Kudus kami 10 orang Calon katekis melanjutkan Kegiatan Anak dan Remaja Lintas Agama yang melibatkan saudara-saudari kami yang beragama Muslim dan Protestan . Sungguh ini merupakan suatu pengalaman baru juga bagi saya untuk terlibat dalam kegiatan tersebut karena awal-awal saya di utus belum pernah masuk dalam kegiatan LINTAS AGAMA kini menjadi moments yang berharga bagi saya untuk merangkul beberapa ratus anak dan remaja dalam Kegiatan Ini.
Banyak Cerita Suka Duka telah saya lewati Sekitar 2 Minggu bersama Pastor Paroki dan Umat Paroki St Maria Imaculata Wahai.

Sangat ku ucapkan terimakasih kepada Yang mulai Mgr Inno Ngutra yang telah mempercayakan saya untuk kembali lagi kepada mereka yang sangat membutuhkan pelayanan iman katolik di wilayah pinggiran khususnya di Wahai Seram Utara. Karena Mu Saya telah mengetahui bagaimana menjadi seorang katekis yang handal bukan katekis yang melang (DUC IN ALTUM) dengan menebarkan 1 cinta 1000 senyum 😊❤️

Akhir dari pengalaman yang singkat ini sungguh menjadi Suatu Impian Saya akan terus melanjutkan Karya dan Pelayanan bagi mereka yang terpinggirkan . ( DUC IN ALTUM )