indobet365

login idb365

www.altcoinsidekick.com

https://www.wilsonhauscoffee.com/

link idb365

https://www.batidaperfeita.com/

www.wilsonhauscoffee.com

situs bola

www.pizzeriapinocchio.com

idb365 login

lapkv

link lapkv

login lapkv

situs lapkv

la pkv

la pkv games

link login lapkv

situs resmi lapkv

link resmi lapkv

agen resmi lapkv

situs bbm88

bbm88 bola

bbm88 sbobet

bbm88 parlay

bbm88 parlay

link bbm88 parlay

login bbm88

link bbm88

idb365.org idb365.blog idb365.com bbm88 sports bbm88 bbm88.com link bbm88 bcaqq.com laliga365 bcaqq mataqq.tattoo fintexpress botakqq lapkv.org lapkv aprin profile
socialhousegrmi.com ferrislxa.org hugthehomies.com goldencoastconnoisseur.com vondetteroofingmi.com jvreality.in tank.orchidwine.com.au fcthighcourt.gov.ng smp-mariaimmaculatatangerang.com anpfa.org.np rethydevi.com cellmatiq.com bryceninternational.com.np evergreenpp.com.np jewellersnanabhai.com bowlofpiquancy.in b-square.in detailingpro.ru smp-mariaimmaculatatangerang.com bioplasticartad.com
Nabi Palsu (Matius 7:15-20) – Keuskupan Amboina

Keuskupan Amboina

Duc In Altum

Nabi Palsu (Matius 7:15-20)

Kepada kita, sejak dibaptis, dianugerahi Allah untuk mengambil bagian di dalam satu martabat mesianik. Itulah menjadi nabi. Kwalitas menjadi nabi, pertama-tama menemui Allah dan menaruh telinga yang tajam untuk mendengar apa kata Allah. Dulu Allah ditemui di atas gunung tapi sekarang di dalam kontemplasi. Artinya, tak dibatasi dimana hal itu dibuat atau terjadi. Bahkan termasuk kesekitaran kita ribut, asal kita tenang menemui Allah yang datang, pasti suaraNya terdengar jelas bagi kita.

Selesai menemui Allah dan mendengar SabdaNya, sang nabi diminta mewarta atau menyampaikan apa persis kata-kata Allah itu kepada umatNya. Dari gunung, yang didapat begitu harafiah. Namun kini, dengan kontemplasi, SabdaNya yang diperdengarkan dengan hurufiah, perlu menyusul di antaranya yang utama, intisari pesan yang mengoreksi hidup kekinian, dibagikan meluas.

Nabi, ketika mewarta, ia tahu bahwa dirinya adalah sebuah pesan yang hidup. Ia pertama-tama menghidupi pesan itu. Kata dan perilaku hidupnya harus bersesuaian dengan hasil kontemplasi yang ia buat sebelum mewarta. Artinya, mewarta di mimbar penting namun perlu bergema di ruang hidup harian. Kwalitas ini menghapus keraguan, sikap masa bodoh, bahkan tertawa sinis orang lain atas dirinya. Sulit menyampaikan Sabda Allah tentang pengampunan sementara sang pewarta sendiri memiliki deretan musuh bebuyutan di lingkungan, kring atau kombas, tempat mana ia tinggal.

Begitu juga, ia tidak mungkin teridentifikasi memalsukan dirinya untuk mencari kemuliaan yang semu. Konsistensi dan sinergisitas disiplin hidup antara kata dan perbuatan, kemurnian diri di waktu terang dan gelap, dalam keadaan bertebal dompet maupun kering sama sekali, menjadi unsur konstitutif atau pembentuk diri seorang nabi yang sejati di mata Allah dan sesama.

Dengan cara seperti itu, kita bukanlah nabi palsu, atau teridentifikasi sebagai nabi palsu. Karena nabi palsu dikenal dari inkonsistensi manis di bibir, lain di hati, rusak di kelakuan. Atau menurut Injil, buah-buah perbuatan yang ia hasilkan jadi ukuran siapa dia sebenarnya. Nabi Betul atau Nabi Palsu…???

………………..
M. Taher

wpChatIcon