DAILY WORDS, SENIN, 12 JANUARI 2026
PEKAN BIASA I – TAHUN A
BY RP. PIUS LAWE, SVD
BACAAN I : 1 SAM 1: 1 – 8
MAZMUR T : MZM 116: 12 – 13. 14. 17. 18 – 19
INJIL : MRK 1: 14 – 20
@ Hari ini merupakan hari pertama dalam masa biasa tahun A – 2025/2026. Setelah melewati masa khusus Adventus yang dipenuhi dengan berbagai macam persiapan baik rohani maupun jasmani jelang perayaan kelahiran Tuhan, dan masa khusus – masa Natal dengan segala macam euphoria baik Natal maupun Tahun Baru, kita beranjak ke Masa Biasa – masa yang mendominasi satu Kalender Liturgi.
@ Masa Biasa! Ya, ditandai dengan warna hijau yang mendominasi pelataran altar dan semua busana liturgis. Hijau berarti harapan, kesuburan, kasih Allah yang tak berkesudahan, dst. Artinya, setelah menimba kekuatan dari perayaan Natal dan berbagai perayaan lain yang mengikutinya, kita mulai beranjak lagi – maju dan terus maju sambil memandang ke depan. Kita menyematkan harapan, semoga di masa biasa, oleh kekuatan Roh Kudus, kita mungkin bisa melakukan hal-hal yang luar biasa (extra ordinary things). Dari hal-hal biasa, oleh kekuatan Roh Kudus, dapat kita jadikan zat yang membawa kesuburan iman – yang memungkinkan kita untuk membangun kerajaan cinta kasih di tengah dunia. Lewat hal-hal biasa, Allah menguatkan kita denga Roh Kudus-Nya agar kita tak pernah berhenti mencinta sesama sebagaimana Allah yang mengasihi tiada batas.
@ Orang biasa! Yesus memanggil orang-orang biasa. Mereka hanyalah nelayan sederhana yang mencari sesuap nasi di danau kecil Genezaret. Para nelayan itu adalah: Simon dan Andreas -saudara Simon, Yakobus dan Yohanes – keduanya anak-anak dari Zebedeus. Mereka yang adalah orang biasa ( ordinary people ) dipanggil Yesus untuk menjadi orang luar biasa ( extra ordinary people) – menjadi PENJALA MANUSIA. _Amazing !! Ya, kita semua adalah orang-orang biasa. Apakah kita juga bersedia meninggalkan jala hidup harian kita, jala kebiasaan lama, jala ingat diri, jala kerakusan dan ketamakan, jala kesombongan dan keangkuhan, jala dendam dan amarah, dan siap mengikuti Yesus? Apakah kita siap beranjak dari orang biasa menjadi orang luar biasa. Luar biasa-nya kita tentu bukan terletak pada harta kekayaan, status sosial, jabatan-jabatan public dan gerejani, dst. Luar biasa-nya kita tentu terletak pada cinta tanpa pamrih, memberi atau berbagi dalam diam (tangan kanan memberi tangan kiri tidak mengetahuinya), belas kasih dan pengampunan, pengorbanan bagi kebaikan, kebahagiaan dan keselamatan sesama.
@ Untuk bisa jadi “orang luar biasa” dalam pengertian di atas, dibutuhkan pengorbanan – penyangkalan diri yang bukan semudah membalikkan telapak tangan. Ini salib yang mesti kita pikul. Dan untuk hal ini, kisah Hanna dalam Kitab Samuel menjadi satu acuan model spiritualitas yang mungkin dapat kita kenakan dan hidupi di dalam relasi kita satu dengan yang lain. Kita mesti siap “disakiti” atau “dilukai” oleh karena pengorbanan kita untuk Tuhan dan sesama. Kisah Hanna yang akan kita dengar selanjutnya pada hari-hari ke depan memberi kita satu keteladanan iman. Hanya dengan mendekatkan diri dengan Tuhan, meskipun kita disakiti atau terluka oleh karena kebaikan bersama yang kita perjuangkan, kita akan tetap kuat dan tegar menghadapi segalanya. Mari kita saling mendoakan, semoga kita yang “biasa-biasa” ini ( ordinary people) , oleh Roh Kudus dan oleh kedekatan kita dengan Tuhan, dimampukan untuk dapat melakukan hal-hal yang luar biasa ( extra ordinary things ) atau menjadi “penjalan manusia” lewat tindakan mencinta tanpa pamrih, memberi atau berbagi dengan tulus demi kebahagiaan dan keselamatan sesama, berbelaskasih dan rela mengampuni. Semoga demikian. My warm greetings to you all. Have a good evening filled with love and mercy. padrepiolaweterengsvd 🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼









