Pesta Pembaptisan Tuhan
Minggu, 11 Januari 2026
Hari ini gereja Katolik merayakan hari pembaptisan Tuhan Yesus Kristus. Yesus mengikuti tradisi baptisan Yohanes, tetapi Yesus sendiri mengajarkan baptisan yang berbeda dengan baptisan Yohanes. Gereja Katolik mempraktikan baptisan yang diajarkan oleh Yesus, bukan baptisan Yohanes. Baptisan Yohanes disebut sebagai baptisan pertobatan. Fokus baptisan Yohanes adalah pertobatan dari dosa dan kejahatan; pembaruan hidup. Yesus membaptis dengan Roh Kudus yang mengantar manusia untuk kembali kepada Allah dan masuk dalam persekutuan hidup kristiani di mana Kristus-lah kepalanya.
Yesus memilih untuk dibaptis oleh Yohanes bukan karena Yesus berdosa, tetapi karena solidaritasnya dengan manusia yang lemah dan berdosa. Partisipasi Yesus dalam baptisan Yohanes merupakan ekspresi solidaritas Yesus dengan orang-orang berdosa. Dia tidak berdosa, tetapi Dia mau solider dengan orang-orang berdosa. Yesus tentu tidak tolerir dengan dosa, tetapi Yesus mengasihi pribadi orang-orang yang berdosa; dan mau mengampuni orang-orang mau bertobat dari dosa. Dia hadir dalam kehidupan orang berdosa, agar orang-orang yang berdosa tidak merasa dikucilkan, tetapi menyadari akan panggilan untuk kembali kepada kehendak Allah.
Selain itu, pembaptisan Yesus merupakan deklarasi tentang identitas Yesus sebagai anak Allah. Saat pembaptisan, Allah berbicara, Anak hadir, dan Roh Kudus mengurapi. Untuk itu, Yesus yang kita imani sungguh-sungguh Allah. Allah sendiri menyatakan-Nya. Pengakuan akan identitas Yesus merupakan pengakuain Ilahi, bukan pengakuan manusiawi. Dia tidak membutuhkan dukungan masa, kekuasaan politik, atau legitimasi dalam bentuk apapun untuk menegaskan identitas-Nya. Yesus adalah Tuhan karena dalam diri-Nya terdapat hakekat Ilahi. Untuk itu, dalam menjadi saksi tentang Kristus, kita kekuatan utama yang kita perlu untuk menegaskan kesaksian kita adaalh Allah sendiri. Kita mungkin membutuhkan strategi kesaksian yang relevan secara manusiawi, tetapi dasar paling utama dalam kesaksian iman kita harusnya berasal dari Tuhan. Untuk itu, hidup Rohani merupakan kekuatan paling utama untuk meneguhkan idenitas iman kita.
Pembaptisan Yesus juga merupakan titik awal misi Yesus di hadapan publik. Sesudah pembaptisan ini, Yesus smelaksanakan misi Kerajaan Allah di hadapan banyak orang. Dia secara terang-terangan mulai mengajar dan mengadakan mujizat. Peristiwa ini juga mengingkatkan kita yang sudah menerima baptisan. Pembaptisan yang telah kita terima tidak berhenti pada ritual semata, tetapi harus menuju pada kesaksian iman dalam hidup sehari-hari. Setiap orang beriman yang telah dibaptis dipanggil untuk menghidupi imannya dalam tindakan nyata di tengah masyarakat. Pembaptisan, selain membuat kita kembali kepada Allah, juga mengantar kita untuk memiliki keberanian untuk hidup berkomunitas, saling berbagi, menolong, dan terbuka dalam relasi dengan orang lain.
Secara liturgis, besok kita akan memasuki pekan biasa. Kita dipanggil untuk kembali lagi ke rutinitas harian kita. Mari kita menghadirkan semangat Natal Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Natal Kristus tidak harus dirayakan dalam berbagai asesoris natal, tetapi dalam pengalaman harian biasa. Tanpa asesoris natal, dalam kehidupan sehari-hari, Kristus harus tetap lahir dalam diri kita (walau tidak harus dalam liturgi natal). Damai Kristus harus tetap hadir dalam perjalanan harian kita. Amin.@novlymasriat.









