indobet365

login idb365

www.altcoinsidekick.com

https://www.wilsonhauscoffee.com/

link idb365

https://www.batidaperfeita.com/

www.wilsonhauscoffee.com

situs bola

www.pizzeriapinocchio.com

idb365 login

lapkv

link lapkv

login lapkv

situs lapkv

la pkv

la pkv games

link login lapkv

situs resmi lapkv

link resmi lapkv

agen resmi lapkv

situs bbm88

bbm88 bola

bbm88 sbobet

bbm88 parlay

bbm88 parlay

link bbm88 parlay

login bbm88

link bbm88

idb365.org idb365.blog idb365.com bbm88 sports bbm88 bbm88.com link bbm88 bcaqq.com laliga365 bcaqq mataqq.tattoo fintexpress botakqq lapkv.org lapkv aprin profile
socialhousegrmi.com ferrislxa.org hugthehomies.com goldencoastconnoisseur.com vondetteroofingmi.com jvreality.in tank.orchidwine.com.au fcthighcourt.gov.ng smp-mariaimmaculatatangerang.com anpfa.org.np rethydevi.com cellmatiq.com bryceninternational.com.np evergreenpp.com.np jewellersnanabhai.com bowlofpiquancy.in b-square.in detailingpro.ru smp-mariaimmaculatatangerang.com bioplasticartad.com
Iman yang menggetarkan hati – Keuskupan Amboina

Keuskupan Amboina

Duc In Altum

Iman yang menggetarkan hati

MUTIARA IMAM
Selasa, 2 Desember 2025
( Mat.8:5-11).

Seorang perwira datang kepada Yesus di Kapernaum. Ia seorang yang berkuasa, terbiasa memberi perintah, memiliki pangkat, kedudukan, dan otoritas. Namun di hadapan Tuhan, segala kuasa itu seakan runtuh. Ia tidak menampilkan kebesaran dirinya, melainkan kerendahan hati yang jernih: “Tuan, aku tidak layak menerima Engkau di rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku akan sembuh.”

Di balik kata-kata itu, kita melihat wajah iman yang murni. Iman yang lahir dari hati yang tahu batas dirinya, iman yang tidak bersandar pada kekuatan duniawi, melainkan pada kuasa sabda ilahi. Perwira itu mengakui bahwa otoritasnya hanyalah bayangan, sementara kuasa Yesus adalah sumber kehidupan. Ia percaya bahwa satu kata dari Tuhan cukup untuk menembus ruang, waktu, dan sakit, cukup untuk memulihkan yang lumpuh dan menderita.

Yesus kagum. Kekaguman itu bukan pada pangkat atau kedudukan, melainkan pada iman yang rendah hati, iman yang percaya tanpa syarat. Dari seorang asing, seorang non-Yahudi, Yesus menemukan iman yang lebih besar daripada yang Ia jumpai di tengah umat pilihan. Di sini kita belajar bahwa takut akan Tuhan—kesadaran akan kebesaran-Nya dan kerendahan diri kita—adalah awal mula dari keselamatan.

Refleksi ini mengingatkan kita bahwa jabatan, kuasa, dan kedudukan tidak menjamin keselamatan. Yang menyelamatkan adalah hati yang tunduk, iman yang percaya, dan keberanian untuk menyerahkan segalanya pada sabda Tuhan. Seperti perwira itu, kita diajak untuk merendahkan diri, mengakui ketidaklayakan kita, dan percaya bahwa sabda Kristus cukup untuk menghidupkan, menyembuhkan, dan menyelamatkan.

Semoga iman kita pun menjadi iman yang membuat Yesus kagum: iman yang sederhana, rendah hati, penuh kepercayaan, dan berakar pada takut akan Tuhan, karena di sanalah keselamatan bermula.

Salam dan doa,
Rev. Andy Sainyakit

wpChatIcon