Lukas 8:19-21
Selasa, 22 September 2025
Ketika orang membertahukan kepada Yesus bahwa ibudan saudara-saudara-Nya ingin bertemu dengan-Nya, Yesuspun berkata, “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah merekayang mendengarkan firman Allah dan melakukannya” (Luk. 8:21). Pernyataan Yesus ini menegaskan bahwa dasar relasiatau hubungan dengan Yesus adalah ketaatan terhadap firmanAllah. Orang yang mendengarkan dan melaksanakan perintahTuhan merupakan bagian dari keluarga Allah. Menjadikeluarga Allah ditentukan oleh komitmen dan kesetiaan kitakepada firman Allah. Sehingga, iman-lah yang menyatukankita dengan Tuhan. kedekatan dengan Tuhan tidak ditentukanoleh hubungan darah, status sosial atau kelas sosial. Siapayang mendengar dan melaksanakan kehendak Allah adalahkeluarga Allah.
Mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah adalahdua hal yang berbeda. Mendengar sabda Allah berartimembuka hati terhadap sapaan Allah. Selalu melihat peristiwahidup ini sebagai bagian dari sabda Allah yang hidup. Melaksanakan sabda Allah berarti menjadikan sapaan Allah sebagai Keputusan hidup, dan pilihan hidup, dan sikap hidupsehari-hari. Menjadikan sabda Allah yang kita dengar ituhidup dalam tindakan nyata, seperti mengasihi, menolong, saling setia, memaafkan, dan seterusnya. Mendengar sabdaAllah saja belum cukup mengantar kita untuk menjadikeluarga Allah. Sesudah mendengar, kita juga harusmelaksanakan sabda itu. Kalau kita hanya setia mendengarsabda Allah, tetapi tidak pernah mengaplikasikannya dalamhidup, maka belum secara penuh menjadi keluarga Allah.
Gereja adalah Persekutuan orang beriman kepada Allah. Iman kepada Allah menjadi dasar bagi persekutuan kita. Untuk itu, kalau kita berkumpul dalam gereja, atau dalamkelompok lingkunga, maka Allah harus menjadi pusat dan kekuatan, bukan status sosial atau hubungan darah. Kita semua berkumpul bukan karena kita ini berasal dari satudaerah, tetapi karena kita memiliki Allah yang sama, yang mewartakan dan mengajak kita untuk melaksanakan perintahyang sama. Maka di dalam gereja, kita semua sama karenakita memiliki iman yang sama. Kita memang datang denganlatar belakang yang berbeda-beda, tetapi kita satu keluargadalam iman. Untuk itu, dalam gereja, tidak boleh adadiskriminasi karena status sosial. Keselamatan itu dapatterjadi bukan karena kita memiliki kedudukan yang tinggiatau rendah, tetapi sejauh mana kita memiliki komitmen untukmendengar dan melaksanakan sabda Allah.@novlymasriat.









