MENGURANGI MENTALITAS INSTAN
DALAM MENGHIDUPI IMAN KATOLIK

DAILY WORDS, 11 DESEMBER 2023
SENIN – PEKAN ADVENTUS II TAHUN B
BY RP. PIUS LAWE, SVD

BACAAN I : YES 35: 1 – 10
MAZMUR : MZM 85: 9a – 10. 11 – 12. 13 – 14
INJIL : LUK 5: 17 – 26

@ Umat Paroki St. Yohanes Penginjil Masohi mestinya bersukacita. Sebentar lagi Mgr. Seno Ngutra – Uskup Dioses Amboina dan rombongan imam akan datang mengunjungi Nusa InaPulau Ibu alias Pulau Seram. Paroki St. Yohanes Penginjil Masohi akan menjadi tempat perhentian pertama. Danke banya banyak Bapa Uskup dan para imam untuk kunjungamu. Welcome to Masohi manise. Satu hal yang menarik dari agenda kunjungan ini adalah diadakannya kegiatan Rekoleksi dan Misa Penyembuhan serta Adorasi/Penyembahan Sakramen Maha Kudus bagi umat paroki St. Yohanes Penginjil Masohi. Umat akan datang dari berbagai penjuru – dari stasi-stasi baik jauh maupun dekat untuk turut di dalam acara Rekoleksi dan Perayaan Misa Penyembuhan serta Adorasi atau Penyembahan Sakramen Maha Kudus. Sungguh, ini adalah sebuah momentum berahmat bagi umat di tanah Pamahanunusa. Ada sukacita di hati umat. Mengapa? Pertama, Gembalanya akan segera turun dan mengunjungi mereka; kedua, ada berita Misa Penyembuhan.

@Dalam bacaan pertama hariini, nabi Yesaya menegaskan bahwa Allah yang selalu berinisiatif untuk datang kepada umat-Nya guna menyelamatkan mereka. Ekspresi kegembiraan umat oleh karena kedatangan Allah ini dilukiskan secara analogis oleh Yesaya sebagai “kegirangan padang gurun dan padang kering, bersorak-sorainya bunga mawar bahkan bertambah lebatnya bunga-binga mawar itu. Nabi Yesaya menegaskan tujuan kedatangan Allah yaitu untuk menguatkan tangan yang lemah lesu dan lutut yang goyah, menguatkan hati yang sedang gundah gulana, mencelikkan mata orang buta, membuat orang lumpuh melompat bak rusa di padang, dan membuat orang bisu bersorak-sorai. Ya, Yesaya menubuatkan jika Allah sendiri yang akan datang menyelamatkan umat-Nya. (Yes 35: 4d).

@ Kunjungan Bapa Uskup Amboina adalah suatu pergerakan turun ke bawah. Pergerakan “ ke bawah ” oleh Bapa Uskup Amboina ini adalah sebuah gerakan seorang gembala yang mendatangi umatnya. Uskup – gembala adalah representasi Kristus – Sang Gembala Agung. Artinya, ini adalah gerakan “Allah yang datang untuk menyelamatkan umat-Nya”. Hal ini dipertegas lagi dengan kegiatan rekoleksi yang dilanjutkan dengan Misa Penyembuhan dan Adorasi/Penyembahan Sakramen Maha Kudus.

@Ya, umat Allah membutuhkan penyegaran rohani. Umat Allah membutuhkan suatu usaha “revitalisasi/ revival ” sebagai upaya “ menyegarkan kembali ” iman yang kendor atau layu. Iman yang kendor atau layu ini membutuhkan sentuhan seorang gembala. Untuk tujuan itulah, Bapa Uskup Amboina dan rombongan imam datang mengunjungi umatnya di Negeri Pamahanunusa ini.

@Tentang kedatangan Bapa Uskup dan agenda Rekoleksi & Misa Penyembuhan serta Penyembahan Sakramen Maha Kudus ini telah dijelaskan oleh para imam yang merayakan ekaristi dan para frater yang merayakan upacara sabda di stasi-stasi pada hari Minggu Adventus II, kemarin. Dalam sosialiasi kunjungan kanonik Bapa Uskup dan kegiatan-kegiatan Rohani yang akan dilaksanakan, kami menekankan tujuan utama kegiatan Rekoleksi dan Misa Penyembuhan serta Adorasi. Dalam arahan, kami menekankan motivasi utama kegiatan rohani di atas. Rekoleksi, sebagaimana yang sering kita adakan baik di stasi maupun dalam kelompok kategorial bertujuan untuk mengambil waktu hening bersama dan mengumpulkan kembali serpihan-serpihan pengalaman suka dan duka, dan melihat kehendak Allah atau “apa yang Allah kehendaki” untuk kita di dalam atau lewat pengalaman-pengalaman itu. Misa penyembuhan adalah moment dimana, umat- dengan segala keterlukaannya (fisik maupun batin) menyerahkan diri di dalam doa dan ekaristi dan membiarkan Allah menjamah luka-luka tersebut dengan iman dan harapan yang sungguh agar disembuhkan. Adorasi/Penyembahan Sakramen Mahakudus adalah moment dimana umat memberi sembah sujud kepada Kristus – Sang Allah yang hadir di dalam Sakramen Mahakudus dan membiarkan diri diberkati oleh Allah di dalam Sakramen Mahakudus yang diarak dan ditakhtakan.

@ Di dalam Injil hari ini, kita menyaksikan iman orang-orang yang berbondong-bondong datang sambil mengusung sesamanya yang sakit untuk disembuhkan. Kedalaman iman orang-orang yang mengikuti Yesus ini dapat dilihat dari usaha mereka mengusung orang sakit, menembus atap rumah untuk menurunkan orang lumpuh ke hadapan Yesus agar disembuhkan. Mereka adalah orang-orang yang peduli akan keselamtan sesama yang sakit dan bersusah. Berbeda dengan mereka, orang-orang Farisi dan Ahli Taurat justru menunjukkan sikap yang berbeda. Mereka justru sedang mengawasi pergerakan Yesus dan mencari celah untuk menjatuhkan atau mempersalahkan Yesus. Di sini, kita dapat melihat dua jenis disposisi batin dari dua kelompok orang yang berbeda. Tentu saja kita mau belajar dari kedalaman iman orang-orang yang sungguh percaya pada kemahakuasaan Allah di dalam diri Yesus – Sang Putera Allah.

@ Ada hal yang menarik dari peristiwa penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus. Kata – kata yang diucapkan Yesus memberi suatu pembelajaran yang luar biasa untuk kita semua. Yesus, dalam tindakan penyembuhan-Nya, bukan menyerukan sebuah perintah agar seseorang disembuhkan sesuai dengan penyakit yang dideritanya, melainkan agar dosa orang sakit itu diampuni. Yesus memberi sebuah pencerahan iman untuk kita: daya Ilahi-Nya bukan hanya membawa kesembuhan fisik melainkan lebih dari itu yaitu kesembuhan spiritual/rohani/batin.

@Tentang Daya Penyembuhan oleh Yesus, ada beberapa hal yang hendak saya garis bawahi: pertama , Daya Ilahi Yesus mampu mnyembuhkan, baik sakit fisik maupun sakit batin/psikis/roh/jiwa. Sakit batin/roh/jiwa selalu berhubungan dengan kesalahan dan dosa/tindakan moral. Daya Ilahi Yesus mengatasi semua jenis penyakit yang kita derita. Kedua , kesembuhan fisik dan kesembuhan batin selalu saling berkaitan. Segala perasaan negative ( benci, dendam, iri hati, kesombongan, kecemburuan, kemarahan yang brutal ) dapat membawa sakit fisik (kecuali cacat tubuh yang dibawa dari lahir). Kebiasaan yang buruk atau bentuk-bentuk adiksi juga akan membawa sakit fisik semisal; minum minuman keras, judi, hp-maniak, game-online maniak, dst .) Ketiga , pengampunan dan penyembuhan berjalan bergandengan tangan ( forgiveness and healing go hand – in – hand) . Oleh karena itu, untuk mengalami kesembuhan batin, perlu ada pengampunan atas dosa atau kesalahan yang dibuat oleh seseorang.

@Atas keyakinan di atas, semua yang akan datang dalam Misa Penyembuhan, bukan semata untuk mau mengalami penyembuhan fisik. Motivasi ini hanya mau menunjukkan sebuah mentalitas instan dalam menghidupi iman Katolik. Orang-orang yang termotivasi oleh hal-hal yang bersifat instan (kesembuhan fisik semata) akan mengalami kekecewaan yang luar biasa ketika harapan mereka tidak tercapai. Kita hendaknya termotivasi untuk lebih mengarahkan diri pada KESEMBUHAN YANG MENYELURUH: JIWA & RAGA. Kita hendaknya merindukan Daya Ilahi yang membawa kedamaian hati, keharmonisan, kemauan untuk mengampuni, kehendak yang kuat untuk berhenti dari kebiasaan-kebiasaan lama yang buruk: judi, minum minuman keras, malas ke Gereja atau ibadah di rukun dan stasi, gossip, membangun relasi yang tidak sehat, dst. Semoga kunjungan Bapa Uskup dan rombongan, serta semua acara rohani yang kita jalani dan alami, membawa semangat baru di dalam kehidupan iman kita. Dengan itu, kita akan menjadi garam dan terang bagi dunia di sekitar kita. Semoga demikian…. __have a blessed evening filled with love and mercy. Warm greetings to you all… padrepiolaweterengsvd🙏🏾🙏🏾🙏🏾🙏🏾