Month: June 2023

<em>JANGAN TAKUT DAN MALU BERBUAT BAIK</em>

EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISESelasa, 13 Juni 2023Injil : Mat. 5 : 13 – 16 Sejauh tidak mencari muka atau pamer kekayaan, dan karena keangkuhan maka sekecil apa pun sebuah tindakan baik yang kita lakukan, haruslah disebarkan dan diwartakan agar orang lain bisa belajar mencontohinya. Tentang topik di atas, saya teringat akan kata-kata

<em>SENTUHLAH KAIN SELIMUT KAMI WALAUPUN DENGAN HANYA KAKIMU</em>

Masih dari Kunjungan ke Kepulauan TANIMBAR Setelah Speedboat kami berlabuh agak jauh di pantai, maka 4 regu penandu mulai berdatangan untuk menandu kami ke darat agar sepatu dan jubah kami tidak basah. Setelah penerimaan adat maka para tua adat bergeser ke tepi kiri dan kanan, sementara pemandangan indah terbentang di harapanku; Umat Stasi Sofyanin memaparkan

TUBUH DAN DARAH YESUS YANG MENYEMBUHKAN

Ul. 8:2-3,14b-16a; 1Kor. 10:16-17; Yoh. 6:51-58 HR Tubuh dan Darah Kristus Minggu, 11 Juni 2023   Ingatlah akan seluruh perjalanan yang kaulakukan ataskehendak Tuhan, Allah-mu (Ul. 8:2). Kata “ingatlah” mengawali bacaan kitab suci hari ini. Term “ingatlah” inimengajak orang Israel untuk mengenang kembali perbuatanbaik Tuhan kepada mereka. Tentu ini bukan hanya nasehatbagi orang Israel, tetapi bagi semua orang beriman untuk tidakmelupakan Tuhan. Mengenang kembali perbuatan Tuhan dan juga berkat Tuhan dalam hidup kita membuat kita tetapberakar pada Tuhan. Kesombongan menghambat orang untukmelihat kebaikan Tuhan. Orang Israel diperingatkan, “janganengkau tinggi hati, sehingga Engkau melupakan Tuhan, Allah-mu yang membawa engkau keluar dari Mesir” (Ul. 8:14).Nasehat ini adalah sebuah fakta. Ketika orang sombong atautinggi hati maka dia menjadi lupa segala kebaikan yang pernah dia terima dari orang lain dan dari Tuhan. Kesombongan membuat seseorang lupa diri.  Hari ini kita merayakan hari raya tubuh dan darahKristus, dan bahkan setiap kali dalam ekaristi kita merayakantubuh dan darah Kristus ini. Tubuh dan darah Kristus selaluhadir dalam perayaan Ekaristi. Ekaristi adalah sumber dan puncak kehidupan orang Kristiani karena di dalam Ekaristikita menimbah kekuatan langsung dari Yesus dan kehidupanorang beriman terarah kepada Yesus semata. Selain itu, supaya kita makin mengenangkan Tuhan dan tetap ingatTuhan, maka Dia menganugerahkan Ekaristi. Tubuh dan darah Yesus yang kita santap setiap saat dalam ekaristimembuat kita tetap ingat pada Tuhan. Kita suci dan berbagaisimbol membantu kita untuk mengenang Tuhan. Dari semuacara untuk mengenang Tuhan, Ekaristi menjadi cara paling utama untuk mengenang Tuhan. Dia hadir secara nyata dalamEkaristi. Tubuh dan darah Tuhan adalah santapan Rohaniyang akan membuat kita selalu mengenang kebaikan Tuhan. Makanan rohani ini juga menyembuhkan kita dari ingatan-ingatan negatif yang membuat kita susah memaafkan dan penuh dendam terhadap orang lain. Makanan rohani inimengantar kita untuk melihat kasih kebaikan Tuhan dalamhidup kita dan dalam kehidupan orang lain.  Tubuh dan darah Kristus yang disantap adalah simbolkerendahan hati Tuhan yang bersedia dibagi-bagi. Yesusdatang dengan lembut dalam tubuh dan darah Kristus. Diatidak egois dan membalas kejahatan dengan kejatahan. Diadatang untuk memberi makanan yang menyelamatkan. Diamenjadi makanan yang memberi kita energi positif, bukanenergi negative yang menghancurkan. Paus Fransiskus dalamhomilinya tahun 2020 berkata bahwa Yesus, lewat tubuh dan darah-Nya yang kita santap tiap saat adalah simbol hati Yesusyang terbuka untuk dimakan. Bagi Paus, keterbukaan hati, membuat kita untuk terlebas dari belenggu batin yang menyiksa. Inilah yang Yesus lakukan. Dia membuka hatinyabagi banyak orang maka Dia tidak pernah terbelenggu dengandosa.   Oleh sebab itu, perayaan EKaristi menjadi sebuahkewajiban bagi setiap orang Kristiani. Ekaristi adalah sebuahperayaan mutlak bagi orang

<em>DATANGLAH DI KANDANG KAMI WALAUPUN KAMI BUKAN DOMBA GEMBALAANMU</em>

Sama seperti di wilayah lain, maka selama kunjungan kanonik di pesisir Barat pulau Yamdena ini, beberapa desa dan jemaat Gereja Protestan Maluku pun kusinggahi, kusapa dan kukuatkan, bahkan sebisa mungkin menyumbang sejauh mampu. Maka di Lingada ketika menyaksikan keterlibatan jemaat GPM ( Gereja Protestan Maluku ) dan melihat proses pembangunan gedung gereja mereka maka saya

<em>BAPA USKUP, JANGAN LAGI TINGGALKAN KAMI</em>

Setelah minum pagi, umat yang sudah menanti sambil bernyanyi dan bergoyang sejak pukul 05.30 memintahku untuk naik lagi ke kursi agar mereka bisa menandunya sampai ke dermaga. Setibanya di sana, seakan mereka tidak mau melepasku pergi. Maka diiringi bunyi tifa, keluarlah syair sedih ini;” Kapan lagi kita berkumpul di tempat ini?”” Tak ada waktu lain

FERUNI-BATU GOYANG

Sekitar 5 jam perjalanan laut dgn perahu belang. Laut agak berombak tetapi tidak ada angin sakal. Mungkin ada tetapi kami belum menemui waktunya. Karena cerita penduduk, antara tanjung nerar dn batu goyang, musim angin sakal para pelaut jarang melewati jalur ini dashyatnya ombak.Perjalanan laut tidak semulus aspal butas. Aku sangat menikmati betapa tenang si jurangan

<em>SEMALAM DALAM BALUTAN RINDU 54 TAHUN</em>

Rabu, 07 Juni dengan 3 buah speedboat kami pun meninggalkan pusat paroki Wabar dan berlayar menuju stasi ketiga di paroki ini yakni Awear Baru. Kami disambut dengan meriah di lautan dengan atraksi speedboat dan ketinting yang saling menyalib dan mendahului menghantar rakit besar yang kami tumpangi diiringi lagu dan tarian dari kaum bapa. Setelah penerimaan

<em>TIGA DOMBA YANG MENERIMA SAKRAMEN KRISMA DI PUSAT PAROKI WABAR</em>

” Berapa pun jumlahmu tapi Aku, Gembalamu yang harus mendatangimu.” Dimikianlah janjiku kepada domba-domba kecil yang kukunjungi tahun lalu. Kalau kemarin rombongan dan saya telah memuaskan rindu 30 tahun domba-domba kecil terhadap Sang Gembala, maka kini walaupun hanya ada 3 Krismawan, tapi rombongan dan saya menempuh perjalanan panjang dengan biaya yang mahal hanya untuk melayani

<em>KISAH RINDU 30 TAHUN YANG TERBAYAR LUNAS DALAM 2 JAM</em>

Walaupun stasi kecil Lingada yang nun jauh itu tidak termasuk dalam tempat yang akan kukunjungi pada jadwal kunjungi kanonik kali ini di kepulauan Tanimbar yang sangat dekat dengan Benua Australia, tapi ketika Romo Paroki meneruskan permintaan domba-domba kecil ini, ” Mohon Sang Gembala datang mengunjungi kami domba-domba kecilnya yang merindukan sapaan dan belaiannya di sini,

<em>MENCARI SURGA MELALUI DUNIA</em>

EMBUN ROHANI PAGI DARI PAROKI ST. PETRUS PAULUS WABAR, KABUPATEN KEPULAUAN TANIMBARRabu, 07 Juni 2023Injil : Mrk. 12 : 18 – 27 Tentunya setiap orang ingin masuk surga di akhir hidupnya. Maka bersyukurlah bahwa semasa masih hidup di dunia, kita diberitahu tentang cara-cara untuk masuk surga melalui ajaran agama dan Gereja. Bagaimana cara kehidupan di

1 2 3 4 5
wpChatIcon