EMBUN ROHANI PAGI DARI METROPOLITAN JAKARTARabu, 14 Juni 2023Injil : Mat. 5 : 17 -…
<em>SETITIK KEBAIKAN TUHAN TELAH MENYELAMATKANKU</em>
Dibuang Sayang Selama Kunjungan di Tanimbar ( 3 )

Akhirnya kusadari bahwa hanya karena setitik kebaikan dan kemurahan hati Tuhanlah maka hidupku diperpanjang entah sampai kapan.
Tiket pesawat Ambon – Jakarta kuminta dimajukan ke satu hari sebelumnya setelah kunjungan kanonik 10 hari di kepulauan Tanimbar. Dan keputusan tiba-tiba itu kuyakini diatur oleh Tuhan karena esoknya setelah tiba di Jakarta tepatnya pagi hari setelah sarapan, aku terserang sakit maag yang menyiksa.
Aku membuka pintu kamarku di Unindo Kramat VII Jakarta dan meminta para Romo yang lagi sarapan pagi agar menghantarku ke RS. Carolus. Karena tidak ada Romo yang memiliki mobil maka seorang Romoku yang kebetulan tinggal di Unio menawarinya untuk menghantarku. Ketika kami membuka pintu gerbang ternyata sudah ada taxi yang sedang parkir di depannya. Tuhan sungguh menyiapkan semuanya. Si Romo pun memintanya untuk menghantar kami ke RS. Carolus. Sesampai di UGD, karena sakit yang tak tertahankan lagi maka aku merasa pusing dan tak sadarkan diri untuk beberapa saat sebelum mendapatkan pertolongan pertama dari dokter jaga. Setelah diadakan beberapa pemeriksaan awal maka aku pun dihantar ke ruangan Xaverius untuk opname. Semalaman harus tidur dengan 2 botol yang tergantung di sisi tempat tidurku. Namun berhubung karena tidak ada sakit yang membahayakan maka esoknya aku sudah diizinkan oleh dokter untuk pulang dengan sekumpulan nasehat dan segudang obat.
Memang semuanya serba kebetulan, tapi bukankah Tuhan bekerja melampaui hal yang kebetulan maupun melalui hal yang direncanakan?
Bukankah tidak ada yang mustahil ketika Tuhan mau melakukan sesuatu untuk kita? Aku pun berandai-andai;
Seandainya aku menggunakan tiketku yang pertama? Seandainya sakitku terjadi di sela-sela kunjunganku kepada domba-domba kecil di paroki dan stasi pinggiran di kepulauan Tanimbar, yang tidak ada rumah sakit, dokter, perawat dan obat-obatan?
Apa yang bisa diperbuat oleh domba-domba kecil itu bila melihat Gembala mereka menjerit kesakitan?
Mungkin hanya rasa haru, tangisan dan doa yang bisa mereka panjatkan kepada Sang Khalik demi kesembuhan sang gembala mereka yang tak berdaya karena rasa sakit itu.
Tapi memang Tuhan itu sungguh baik dan sungguh teramat baik terhadap mereka yang mengandalkan-Nya.
Tiba-tiba pramugari bertanya padaku;
Sir, mana yang Tuan ingin santap; Nasi ayam atau nasi ikan?
Aku balik menanyainya; “Mana yang tidak pedas?
Jawabnya; Nasi ikan! Aku pun meminta nasi ikan lalu kusantap.
Akhirnya kusadari sekaligus kuyakini bahwa;
1) Ketika kita tulus melayani nan penuh kasih domba-domba Tuhan, maka Sang Pemilik domba pun akan menjaga dan menyertai setiap langkah dan rencana kita;
2) Ternyata hanya karena setitik kebaikan dan kemurahan hati Tuhan maka hidupku telah terselamatkan dan diperpanjang entah sampai kapan ;
3) Jangan meragukan kuat kuasa Tuhan karena Ia memiliki semua rahmat yang kita perlukan untuk hidup dan karya pelayanan kita;
4) Jangan takut untuk melayani domba-domba Tuhan, karena Tuhan tak pernah meninggalkanmu dalam setiap langkah hidupmu.
Ditulis kembali di dalam penerbangan Hongkong – Jakarta ( Mgr. Inno Ngutra )
You may also like
Related Posts
- MENCARI PENGHARGAAN TUHAN
- TUHAN MENYERTAI KITA SELALU
EMBUN ROHANI PAGI DARI ATAS KAPAL FERI PULAU BURU - AMBONSenin, 22 Mei 2023Hari Biasa…
- ENGKAU SANGAT DICINTAI OLEH TUHAN
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA SAUMLAKI, KABUPATEN KEPULAUAN TANIMBARMinggu, 04 Juni 2023Hari Raya TRITUNGGAL MAHAKUDUSInjil…
Archives
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
Categories
- APP 2025
- banda naira
- Beranda Nuhu Yuut
- berita dari kei kecil
- berita duka
- Berita Keuskupan
- BKSN
- Bulan Liturgi Nasional
- Daily Words
- Downlaod
- ekaristi
- Embun Pagi
- Filsafat
- Frits H. Pangemanan
- Hari Lahir Kota Ambon
- HUT Episkopal
- Jumaat Agung
- Kamis Putih
- Katedral Ambon
- Kepausan
- Kevikepan Kei Kecil
- Kevikepan KKT/MBD
- Kevikepan Kota Ambon
- Kevikepan seram
- Kewikepan Seram
- kolese Joannes Aerts Kei Besar
- Kolose Andreas Sol
- Kolose YPKKA
- Komisi Kateketik
- Komisi Kepemudaan
- Komisi Kitab Suci
- komisi liturgi
- Komisi Pendidikan
- Komisi Seminari
- Kompasiana
- KOMSOS
- Kronik
- Kuasi Paroki Wowonda
- kunjungan kanonik
- Kunjungan Uskup
- Kuria MAM
- KWI
- LAPORAN MUSPASPAS
- mahasiswa katolik
- malaysia
- mars projo
- misa krisma
- Misionaris Marauke
- MUSPASPAS 2024
- MUSPASPAS2024
- OFM
- OMK
- Opini
- Paroki
- Paroki Passo
- Paroki Pinggiran
- Paroki St. Mathias Saumlaki
- Pesan Natal
- Prapaskah
- Rapat Kuria
- Refleksi Pastoral
- Rekoleksi
- Rekoleksi Para Imam
- Renungan
- rumah unio langgur
- satucintaseribusenyum
- Sejarah Kota Ambon
- Sejenak Sabda
- SEKAMI
- sekami
- Stasi Banda Neira
- STFSP-Pineleng
- STPAK Ambon
- Surat Gembala
- Tahun Yubelium
- Tri Hari Suci
- unio projo
- Uskup Seno Ngutra
- Vatikan
- Wilayah
- Wilayah Aru
- Wilayah Buru
- Wilayah Kei Besar
- Wilayah Kei Kecil
- Wilayah Kota Ambon
- Wilayah KTT
- wilayah malut
- Wilayah Talimas
- wisata rohani airlow
- YPKKA