EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISEKamis, 14 Juli 2022Pekan Biasa XVInjil : Mat. 11…
KERINDUAN AKAN “SABDA ILAHI”
DAILY WORDS, JUMAT, 01 JULI 2022
PEKAN BIASA XIII
BY RP. PIUS LAWE, SVD
BACAAN I : AM 8: 4-6.9-12
MAZMUR : MZM 119: 2.10.20.30.40. 131
INJIL : MAT 9: 9-13
@ Kekelaman bangsa Israel telah ada di ambang pintu. Kehancuran kerajaan semakin dekat jika perilaku para pemimpin Israel dan kaum elite-nya tetap saja bobrok. Orang miskin ditindas. Orang-orang dari golongan atas menempuh segala macam jalan yang manipulatif untuk terus memperkaya diri dan kelompok. Allah Israel yang selalu berpihak pada yang miskin-yang kecil-yang terpinggirkan, tidak tinggal diam melihat kenyataan pahit yang menimpa orang-orang kecil. Sebagai sebuah peringatan, bencana segera menimpa bangsa pilihan Allah. Israel akan mengalami kehancuran oleh serangan bangsa -bangsa lain. Pada saat bencana ini terjadi, barulah mereka sadar akan FIRMAN TUHAN yang telah lama mereka dengar lewat seruan para utusan Tuhan sendiri. Ketika sedang dalam penderitaan oleh karena penindasan bangsa-bangsa lain, pada saat inilah orang-orang Israel duduk dan meratap, mengenang kembali masa-masa indah berada di negeri yang berlimpah susu dan madu -SION. Dalam kesengsaraan, orang-orang Israel merasa lapar dan haus akan KEHADIRAN ALLAH di dalam hidup mereka. Mereka lapar dan haus akan KATA-KATA PENEGUHAN dan PENGHIBURAN dari Allah sendiri. Dalam himpitan penderitaan Israel, mereka rindu dan mau mendengarkan lagi SERUAN-TEGURAN-AWASAN dari Tuhan lewat para nabi termasuk Amos.
@ Pada saat mengalami penderitaan yang luar biasa, orang-orang Israel menjadi sadar bahwa segala macam ketamakan, kerakusan akan harta duniawi, segala macam ambisi untuk mengumpulkan harta dan memperoleh kekuasaan, SEMUANYA BAKAL BERLALU. TIDAK ADA YANG KEKAL. Harta duniawi akan hancur dimakan ngengat. Kekuasaan di atas dunia ini tidak pernah kekal. Satu saat akan berakhir. Israel, sebagaimana dikidungkan oleh Pemazmur, akhirnya sadar sungguh bahwa manusia bukan saja hidup dari roti saja. Makanan jasmani tidak menjamin kedamaian dan ketentraman jiwa. Hanya ada di dalam Tuhan dan mentaati firmanNya, itu sudah cukup untuk mengalami ketentraman hati. Kesadaran akan hal ini, membuat Israel menjadi sangat RINDU akan firman Tuhan dan kehadiranNya.
@ Ya, harta duniawi tidak menjamin segalanya. Matius, si pemungut cukai pun mengalami hal ini. Karena itu, dia dengan segera melepaskan dan meninggalkan segalanya termasuk bisnisnya yang koruptif, dan mengikuti Tuhan. Sapaan Yesus “IKUTLAH AKU” seakan menyentuh-menggugah hatinya dan serempak membangun suatu KERINDUAN YANG DALAM untuk ada bersama dengan Tuhan. Yesus pun mendatangi rumah Matius dan makan bersama dengan para pemungut cukai dan para pendosa. Ternyata para pemungut cukai memiliki KERINDUAN YANG DALAM untuk ada di hadirat Tuhan dan mendengar firmanNya. Harta duniawi yang sudah mereka kumpulkan bertahun-tahun tidak lagi mwnjadi jaminan satu-satunya bagi hidup dan ketentraman hati mereka. Sekarang, mereka lebih merindukan SABDA ILAHI – SABDA ALLAH.
@ Sebagaimana orang Israel dalam Perjanjian Lama dan Matius-Pemungut Cukai dalam Perjanjian Baru, marilah kita, di awal bulan Juli ini, membangun suatu kerinduan yang lebih berarti atau bermakna, yaitu RINDU AKAN SABDA ILAHI, RINDU MENYANTAP TUBUH dan DARAH KRISTUS – SABDA YANG TELAH MENJELMA MENJADI MANUSIA. Kita membangun kerinduan akan makanan rohani, bekal bagi jiwa kita menuju Yerusalem yang Baru. Have a wonderful Friday, filled with a deep desire of Jesus’ presense in our lives. Warm greetings to you all…❤❤❤🙏🙏🙏🙏🙏
Related Posts
- YESUS AKAN MERINGANKAN BEBANMU
- KERINDUAN TERDALAM SEORANG IBU UNTUK ANAKNYA
Sebuah Catatan kecil mengiringi Santap Siangmu Seorang Ibu ( Mama ) selalu menginginkan hal terbaik…
- PADA SENYUM DI BALIK JILBABMU, KUTEMUKAN CINTA ILAHI
Yesus berkata, " Apabila kamu masuk rumah orang berilah salam kepada mereka ." ( Mat.…
Archives
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
Categories
- APP 2025
- banda naira
- Beranda Nuhu Yuut
- berita dari kei kecil
- berita duka
- Berita Keuskupan
- BKSN
- Bulan Liturgi Nasional
- Daily Words
- Downlaod
- ekaristi
- Embun Pagi
- Filsafat
- Frits H. Pangemanan
- Hari Lahir Kota Ambon
- HUT Episkopal
- Jumaat Agung
- Kamis Putih
- Katedral Ambon
- Kepausan
- Kevikepan Kei Kecil
- Kevikepan KKT/MBD
- Kevikepan Kota Ambon
- Kevikepan seram
- Kewikepan Seram
- kolese Joannes Aerts Kei Besar
- Kolose Andreas Sol
- Kolose YPKKA
- Komisi Kateketik
- Komisi Kepemudaan
- Komisi Kitab Suci
- komisi liturgi
- Komisi Pendidikan
- Komisi Seminari
- Kompasiana
- KOMSOS
- Kronik
- Kuasi Paroki Wowonda
- kunjungan kanonik
- Kunjungan Uskup
- Kuria MAM
- KWI
- LAPORAN MUSPASPAS
- mahasiswa katolik
- malaysia
- mars projo
- misa krisma
- Misionaris Marauke
- MUSPASPAS 2024
- MUSPASPAS2024
- OFM
- OMK
- Opini
- Paroki
- Paroki Passo
- Paroki Pinggiran
- Paroki St. Mathias Saumlaki
- Pesan Natal
- Prapaskah
- Rapat Kuria
- Refleksi Pastoral
- Rekoleksi
- Rekoleksi Para Imam
- Renungan
- rumah unio langgur
- satucintaseribusenyum
- Sejarah Kota Ambon
- Sejenak Sabda
- SEKAMI
- sekami
- Stasi Banda Neira
- STFSP-Pineleng
- STPAK Ambon
- Surat Gembala
- Tahun Yubelium
- Tri Hari Suci
- unio projo
- Uskup Seno Ngutra
- Vatikan
- Wilayah
- Wilayah Aru
- Wilayah Buru
- Wilayah Kei Besar
- Wilayah Kei Kecil
- Wilayah Kota Ambon
- Wilayah KTT
- wilayah malut
- Wilayah Talimas
- wisata rohani airlow
- YPKKA