Oleh: RD. Novly Masriat
Kamis, 21 Agustus 2025
Mat. 21:1-14
Dalam perumpaan dalam injil tadi, Yesus menceritakanseorang raja yang mengadakan perjamuan kawin untukanaknya. Banyak orang diundang ke perjamuan ini tetapimereka memiliki banyak alasan untuk tidak hadir. Perumpaanini hendak menunjukkan kepada kita tentang rahmat Tuhanyang senantiasa terbuka bagi kita semua. Tuhan mengundangkita semua untuk hadir dalam perjamuan Tuhan, untukmenerima rahmat-Nya. Ekaristi adalah perjamuan Tuhan. Setiap saat Tuhan mengundang kita untuk masuk dalamperjamuan Ekaristi. Tuhan ingin agar kita menerima berkatdan kekudusan dari Ekaristi, namun kadang kala kita memilikisejumlah alasan untuk hadir. Sesibuk apapun kita, jangansampai kita sama sekali tidak memiliki waktu untukmenghadiri Ekaristi. Ekaristi adalah sumber dan puncakkehidupan orang beriman Kristiani. Dari Ekaristi, kita semuadikuduskan.
Kita diharapkan agar saat hadir dalam Ekaristi, kitasungguh-sungguh hadir dengan hati yang bersih. Yesus di akhir injil menyebutkan bahwa tuan pesta menegur seorangyang tidak berpakaian pesta saat perayaan perjamuan nikah. Dia sudah hadir dalam perjamuan tetapi seolah-olah tidak siapdan tidak sepenuh hati karena tidak mengenakan pakaian yang pantas. Kita yang sudah hadir dalam Ekaristi ini, haruslahhadir dengan hati dan budi. Saat ini kita sudah memenuhiundangan Tuhan untuk menghadiri Ekaristi, namun pada saatyang sama kita dituntut juga agar “mengenakan pakaianpesta” atau hadir dengan hati penuh kesucian, sukacita, dan damai, serta membawa dampak kekedusan kepada orang lain sesudah mengikuti Ekaristi. Amin.
.









