DAILY WORDS, SENIN, 04 JULI 2022PEKAN BIASA IVXBY RP. PIUS LAWE, SVD BACAAN I :…
DAILY WORDS, JUMAT, 10 JUNI 2022
PEKAN BIASA X
BY RP. PIUS LAWE, SVD
BACAAN I : I RAJ 19: 9a. 11- 16
MAZMUR : MZM 27: 7-8a. 8b-9abc.13-14
INJIL : MAT 5: 27-32
@ Lyric dari melodi Mazmur hari ini mengajak kita untuk mencari wajah Allah. “Wajah-Mu kucari seturut firman-Mu, ‘Carilah wajah-Ku!’,”. Sebagai insan beriman (homo religiosus), kita mempunyai kerinduan untuk bertemu dengan Allah dan memandang wajah-Nya. St. Agustinus mengekspresikan pencaharian yang tak bertepi akan Wajah Allah ini dengan kata-kata ini, “Engkau telah mencipta kami bagi diri-Mu, dan hati kami tidak tenteram sebelum beristirahat di dalam Engkau.” Inilah seruan seorang tokoh intelektual sekaligus tokoh spiritual yang senantiasa merindukan saat berdiam di hadirat Allah fan memandang wajah-Nya dalam keabadian.
@ Elia bersemadi di atas gunung Horeb-gunung Allah. Dia hendak berjumpa dengan Allah. Bukan di dalam angin kencang yang membelah gunung batu, bukan di dalam gempa bumi yang dasyat yang mengguncang gunung batu, bukan pula di dalam api membara yang muncul menyusul gempa bumi. Suara Allah datang dari dalam bunyi angin sepoi-sepoi basa. Allah hadir dalam suara yang memerintah Elia untuk melakukan hal-hal besar demi langgengnya kerajaan dan demi pewartaan firman-Nya oleh nabi yang menggantikan Elia yaitu Elisa.
@ Bagaimana kita dapat memandang wajah Allah di dalam hidup kita? Dalam kenyataan sehari-hari, kita mengalami kesulitan memandang wajah Allah oleh karena banyak hal duniawi yang menghalangi mata kita. Yesus memberi satu contoh sebagai halangan bagi kita untuk memandang wajah Allah. Jika seorang pria memandang seorang wanita dengan diselubungi satu keinginan atau hasrat yang tinggi, dia sudah berbuat zinah. Secara ekstrim, Yesus memerintahkan agar bagian tubuh yang menyesatkan atau menghalangi kita untuk dapat memandang wajah Allah, sebaiknya dicungkil, dipotong atau dipenggal dan dibuang supaya tidak menjerumuskan seluruh diri kita ke dalam kebinasaan. Jika kita memiliki kerinduan yang dalam untuk ada bersama Allah, bagian tubuh yang menyesatkan sebaiknya dimusnahkan. Penekanan Yesus adalah apa pun model relasi yang kita bangun dan membawa penyesatan atau menghalangi kita untuk berjumpa dengan Allah, sebaiknya kita tiadakan atau kita perbaiki.
@ Atas dasar pesan firman Allah ini, mari kita kembali melihat hidup kita masing-masing. Begitu banyak hal yang dapat memalingkan diri kita dari Allah. Kita mengalami kesulitan menemukan kehadiran Allah dalam diri sesama yang menderita, dalam diri semua yang membutuhkan uluran tangan kita, jika mata hati kita telah terhalang oleh keinginan-keinginan duniawi yang lain semisal, uang, harta benda, ambisi, kuasa atau jabatan, dsb. Kita saling mendoakan, agar nurani kita menjadi lebih peka dan terbuka pada kehadiran Allah- pada wajah- Nya, yang bukan lagi ada dalam angin kencang, gempa bumi, api dan angin sepoi-sepoi basa, melainkan dalam diri sesama yang menderita kekurangan makanan, pakaian, tempat tinggal, perhatian, yang sakit dan bersusah, yang putis asah, yang ada dalam penjara, yang ada di tempat pengungsian, dsb. Mari terus memburu WAJAH ALLAH YANG KUDUS dalam diri sesama yang TERLUPAKAN. Have a wonderful Friday filled with love and compassion. Warm greetings to you all. God bless…❤❤❤🙏🙏🙏
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA SAUMLAKI, KEPULAUAN TANIMBARJumat, 04 April 2025Hari Biasa Pekan IV PrapaskahInjil:…
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISEKamis, 03 April 2025Hari Biasa Pekan IV PrapaskahInjil: Yoh.…
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISERabu, 02 April 2025Hari Biasa Pekan IV PrapaskahInjil: Yoh.…
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISESelasa, 01 April 2025Hari Biasa Pekan IV PrapaskahInjil: Yoh.…
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA MAKASARSenin, 31 Maret 2025Hari Biasa Pekan IV PrapaskahInjil: Yoh. 4…
Yos. 5:9a,10-12; 2Kor. 5:17-21; Luk. 15:1-3,11-32 HM Prapaskah IV/Minggu, 30 Maret 2025 Kisah injil hari ini menggambarkan dengan luar biasa sikapseorang bapa yang begitu baik hati dan penuh pengampunanbagi anak-anaknya. Bapa ini tabah berhadapan denganketidakonsistenan anak-anaknya, penuh kasih dan pengampunan. Sosok seorang Bapa yang Yesus jelaskan dalaminjil mengajak kita untuk menyadari bahwa Allah sungguhmemilki kasih yang luar biasa hebat bagi manusia. Kita mungkinsudah menghabiskan banyak waktu menjauh dari Tuhan denganberbagai dosa, tetapi Allah akan lebih banyak lagi menawarkanpertobatan untuk kita. Kita mungkin sudah melupakan Tuhan100 kali, tetapi Allah akan memaafkan kita 200 kali. Misteri paskah adalah gambaran konkret dari Allah yang berbelas kasih. Yesus diutus untuk menyelematkan kita darisegala dosa kita, yang akan kita rayakan sepanjang pekan sucidan dipuncaki dengan perayaan kebangkitan Tuhan pada hariraya paskah adalah gambaran Allah yang penuh belas kasih. Misteri paskah ini menjadi ungkapan Allah…