KKamis, 02 Juni 2022Bac. I : Kis.22 : 30. 24 : 6 - 11Injil :…
DAILY WORDS
BY RP. PIUS LAWE, SVD
RABU, 05 OKTOBER 2022
PEKAN BIASA XXVII
BACAAN I : Gal 2: 1 – 2. 7 – 14
MAZMUR : Mzm 117: 1.2
INJIL : Luk 11: 1 – 4
Inklusif dari kata bahasa inggris “inclusion”: pengikutsertaan/merangkul
Ekslusif dari kata bahasa inggris “exclusion”: pemisahan/mengkhususkan diri
@ Selamat malam para penikmat Daily Words yang budiman di segala penjuru.…Semoga kasih karunia Tuhan senantiasa turun ke atas kita sekalian yang selalu berharap di dalam nama-Nya. Malam ini, sebagaimana kecenderungan saya untuk melihat konektivitas doa-doa liturgi dan bacaan-bacaan dalam satu perayaan liturgis, saya coba menggali isi “doa Bapa Kami” secara literer dan sederhana dalam kaca mata “misi” Paulus yang inklusif (terbuka-merangkul-mengikutsertakan).
@ Mencermati surat Paulus yang ditulisnya dengan lugas kepada jemaat di Galatia, kita dapat memahami “prinsip” yang ia pegang di dalam karya pewartaan Injil. Misi Paulus sangat, yaitu bergerak keluar dari kungkungan adat Yahudi. Dia bergerak keluar dari anggapan bahwa Injil itu hanya untuk “orang bersunat”. Dia juga menentang apabila segala kewajiban yang diberlakukan bagi orang Yahudi (bersunat) diberlakukan pula bagi orang-orang tak bersunat. Paulus sungguh membuat injil itu bersifat INKLUSIF. Injil tidak memaksa orang yang bukan Yahudi untuk harus mengikuti semua tata cara budaya dan agama Yahudi. Tidak semua hal harus diberlakukan. Hanya dalam hal-hal tertentu atau dalam nilai-nilai yang bersifat kristiani universal. Injil atau Kabar Gembira mestinya MERANGKUL atau mengikutsertakan semua bangsa, golongan dan bahasa.
@ Terhadap nafas “inklusivitas” injil atau Kabar Sukacita ini, saya coba menghubungkannya dengan doa Bapa Kami, dan coba menganalisanya secara lurus. Yesus mengajarkan murid-murid-Nya berdoa demikian:
• Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu (datang kepada siapa; datang untuk siapa?; apakah Kerajaan-Nya datang untuk kelompok tertentu-suku tertentu-golongan tertentu?). Saya yakin, Yesus tidak bermaksud jika Kerajaan-Nya datang hanya untuk kalangan tertentu saja.
• Berilah kami setiap hari makanan secukupnya (siapa yang dimaksud dengan “kami”? Apakah hanya untuk “pemohon” atau untuk siapa saja? Yang pasti, permintaan akan makanan ini bukan untuk kelompok tertentu-suku tertentu-golongan tertentu, dst., namun untuk semua umat manusia.
• Ampunilah dosa kami (apakah dosa semua umat manusia atau hanya pendosa di kalangan Yahudi? Ataukah pendosa dari agama atau golongan tertentu saja? Tentu saja Yesus tidak bermaksud bahwa pengampunan dosa itu hanya untuk kelompok eksklusif semata.
• Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan (“kami” di sini juga tidak menjurus pada kelompok atau golongan tertentu. Allah menuntun semua orang yang menaruh iman kepada-Nya atau yang berharap kepada-Nya.
@ Yesus sesungguhnya tidak mengeksklusif-kan keselamatan itu hanya untuk golongan Yahudi. Kita perlu menggaris-bawahi apa yang Yesus katakan di dalam Mrk. 16: 15, “Pergilah ke seluruh dunia dan wartakanlah Injil” sebagai sebuah perintah yang bersifat inklusif. Yesus mengalamatkan warta keselamatan kepada “seluruh dunia” dan bukan hanya pada suku, golongan atau agama tertentu. Allah menawarkan keselamatan itu bagi semua umat manusia. Siapa yang menanggapi tawaran keselamatan Allah itu, dialah yang diperhitungkan Allah. Mengapa? Karena Allah sendiri telah memberi kebebasan bagi semua mahkluk. Setiap individu berhak menanggapi tawaran-Nya. Penolakan atas tawaran Allah sendiri bakal membawa konsekuensi bagi semua yang menolaknya.
@ Aplikasi praktisnya: mari kita saling mengasihi tanpa memilah-milah atau memilih dari mana seseorang berasal, entah dari status yang tinggi atau sebaliknya rendah, entah dari golongan ekonomi yang kuat atau lemah, entah berkulit hitam atau sawo matang dan putih, dst. Dengan mengasihi tanpa pandang latar belakang seseorang, kita sebenarnya sedang mewartakan Kabar Sukacita ke seluruh dunia – Kabar Sukacita yang bersifat inklusif. Mari kita saling mendoakan agar kita dapat mengasihi dengan tulus tanpa memperhitungkan syarat-syarat tertentu. Selamat malam semua, have a nice and joyful rest, have a nice dream. Warm greetings from Ambon manise………
😘😘😘🙏🙏🙏🙏
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA SAUMLAKI, KEPULAUAN TANIMBARJumat, 04 April 2025Hari Biasa Pekan IV PrapaskahInjil:…
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISEKamis, 03 April 2025Hari Biasa Pekan IV PrapaskahInjil: Yoh.…
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISERabu, 02 April 2025Hari Biasa Pekan IV PrapaskahInjil: Yoh.…
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISESelasa, 01 April 2025Hari Biasa Pekan IV PrapaskahInjil: Yoh.…
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA MAKASARSenin, 31 Maret 2025Hari Biasa Pekan IV PrapaskahInjil: Yoh. 4…
Yos. 5:9a,10-12; 2Kor. 5:17-21; Luk. 15:1-3,11-32 HM Prapaskah IV/Minggu, 30 Maret 2025 Kisah injil hari ini menggambarkan dengan luar biasa sikapseorang bapa yang begitu baik hati dan penuh pengampunanbagi anak-anaknya. Bapa ini tabah berhadapan denganketidakonsistenan anak-anaknya, penuh kasih dan pengampunan. Sosok seorang Bapa yang Yesus jelaskan dalaminjil mengajak kita untuk menyadari bahwa Allah sungguhmemilki kasih yang luar biasa hebat bagi manusia. Kita mungkinsudah menghabiskan banyak waktu menjauh dari Tuhan denganberbagai dosa, tetapi Allah akan lebih banyak lagi menawarkanpertobatan untuk kita. Kita mungkin sudah melupakan Tuhan100 kali, tetapi Allah akan memaafkan kita 200 kali. Misteri paskah adalah gambaran konkret dari Allah yang berbelas kasih. Yesus diutus untuk menyelematkan kita darisegala dosa kita, yang akan kita rayakan sepanjang pekan sucidan dipuncaki dengan perayaan kebangkitan Tuhan pada hariraya paskah adalah gambaran Allah yang penuh belas kasih. Misteri paskah ini menjadi ungkapan Allah…