EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISEJumat, 22 Juli 2022Pekan Biasa XVIInjil : Yoh. 20…
MENJADI “YANG TERPUJI – TERNAMA – TERHORMAT”LEWAT CINTA TAK BERSYARAT – BUKAN CINTA RETRIBUTIF
DAILY WORDS, SABTU, 04 MARET 2023
PEKAN I PRAPASKAH
BACAAN I : UL 26: 61 – 19
MAZMUR : MZM 119: 1 – 2. 4 – 5. 7 – 8
INJIL : MAT 5: 43 – 48
(by RP. PIUS LAWE, SVD)
@ Menjadi TERPUJI, TERNAMA DAN TERHORMAT! Sesungguhnya, ini sebuah impiah yang luhur. Namun, apakah jalan menuju ke puncak cita ini MULUK? Kitab Ulangan mengisahkan sebuah perjanjian antara Allah dan umat-Nya Israel. Janji itu berisi sebuah persyaratan. Yahweh hanya menjadi Allah mereka jika Israel hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya kepada mereka. Jalan yang dimaksud adalah dengan berpegang pada ketetapan, perintah dan peraturan-Nya. Dengan menuruti ketetapan, perintah dan peraturan secara setia, Israel bakal menjadi YANG TERPUJI, TERNAMA & TERHORMAT. Wahhh ini sungguh-sungguh merupakan sesuatu yang sangat menantang!! Meskipun “menantang”, Pemazmur kembali menegaskan hal yang sama. KEBAHAGIAAN merupakan ganjaran bagi setiap orang yang hidup menurut Taurat Tuhan – hidup tak bercela – hidup dengan memegang teguh pada peringatan-peringatan Tuhan bahkan dengan mencari-Nya dengan segenap hati.
@ Jika ditilik dari ganjaran atau pahala yang diperoleh Israel atas kesetiaan mereka pada Tuhan dan pada segala aturan-Nya, siapa yang mau tinggal diam atau duduk masa bodoh atas semuanya? Siapa yang mau menyia-nyiakan kesempatan untuk menjadi “yang terpuji – ternama – terhormat”? Jangan lupa bahwa di dalam diri manusia, ada tersembunyi ambisi-ambisi manusiawi untuk menjadi “yang terpuji – ternama – terhormat”. Tentu saja manusia akan coba menempuh segala cara untuk menggapai ambisi di atas.
@ Akan tetapi, Yesus, lewat ajaran-Nya di bukit hari ini, menantang setiap orang yang hendak menjadi “yang terpuji – ternama – terhormat”. Yesus bukannya menuruti cara berpikir lama dengan mengikuti alur hukum HAMMURABI: mata ganti mata – gigi ganti gigi atau dalam bahasa teologisnya: HUKUM RETRIBUSI. Bagi Yesus, ini bukan hukum tukar menukar. Kita bukan sedang bergerak di area “dagang”. Kita sedang dituntun oleh Tuhan sendiri untuk masuk dalam area “cinta kasih” yaitu cinta “tak bersyarat/unconditional love”. Hanya dalam area “cinta tak bersyarat-lah” seseorang mampu MENGASIHI MUSUH-NYA. Hanya dalam area “cinta tak bersyarat-lah” seseorang berkemauan untuk BERDOA bagi mereka yang menganiaya-nya.
@ Di akhir pekan I Prapaskah ini, saya mengajak para pembaca Daily Words yang Budiman, mari kita mohon rahmat Roh Kudus dari Yang Empunya, agar Roh Kudus itu menguatkan kita untuk mampu mengatasi segala macam rintangan/halangan yang menghadang kita untuk dapat menghidupi hukum cinta kasih – cinta yang tidak retributive – cinta yang bukan “mata ganti mata atau gigi ganti gigi” melainkan cinta tak bersyarat, bahkan sampai mencintai musuh dan orang yang menganiayah kita dalam berbagai cara. Sesuai janji Allah, jika kita sungguh mencintai tanpa pamrih – bahkan mencintai musuh dan semua yang menganiayah kita, tempat di surga abadi bakal menjadi kediaman kita. Dengan mencintai tanpa pamrih bahkan mencintai musuh dan semua yang menganiayah kita, gelar TERPUJI – TERNAMA – TERHORMAT bakal menjadi milik kita.
Have a blessed and wonderful weekend filled with an unconditional love. Warm greetings from Masohi manise….padrepiolawesvd🙏🙏🙏😇😇😇🫰🏿🫰🏿🫰🏿
You may also like
Related Posts
- CINTA TUHAN MENGUBAH HIDUPKU
- KETIKA CINTA MENGALAHKAN SEGALANYA
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA MUTIARA DOBO - KEPULAUAN ARUJumat, 03 Juni 2022Bac. I :…
- SATU CINTA 1000 SENYUM
Goresan kecil sebelum bertolak dari Ambon ke Pulau Buru (30/04/22) Tulisan indah penuh Makna dari…
Archives
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
Categories
- APP 2025
- banda naira
- Beranda Nuhu Yuut
- berita dari kei kecil
- berita duka
- Berita Keuskupan
- BKSN
- Bulan Liturgi Nasional
- Daily Words
- Downlaod
- ekaristi
- Embun Pagi
- Filsafat
- Frits H. Pangemanan
- Hari Lahir Kota Ambon
- HUT Episkopal
- Jumaat Agung
- Kamis Putih
- Katedral Ambon
- Kepausan
- Kevikepan Kei Kecil
- Kevikepan KKT/MBD
- Kevikepan Kota Ambon
- Kevikepan seram
- Kewikepan Seram
- kolese Joannes Aerts Kei Besar
- Kolose Andreas Sol
- Kolose YPKKA
- Komisi Kateketik
- Komisi Kepemudaan
- Komisi Kitab Suci
- komisi liturgi
- Komisi Pendidikan
- Komisi Seminari
- Kompasiana
- KOMSOS
- Kronik
- Kuasi Paroki Wowonda
- kunjungan kanonik
- Kunjungan Uskup
- Kuria MAM
- KWI
- LAPORAN MUSPASPAS
- mahasiswa katolik
- malaysia
- mars projo
- misa krisma
- Misionaris Marauke
- MUSPASPAS 2024
- MUSPASPAS2024
- Mutiara Iman
- OFM
- OMK
- Opini
- Paroki
- Paroki Passo
- Paroki Pinggiran
- Paroki St. Mathias Saumlaki
- Pesan Natal
- Prapaskah
- Rapat Kuria
- Refleksi Pastoral
- Rekoleksi
- Rekoleksi Para Imam
- Renungan
- rumah unio langgur
- satucintaseribusenyum
- Sejarah Kota Ambon
- Sejenak Sabda
- SEKAMI
- sekami
- Stasi Banda Neira
- STFSP-Pineleng
- STPAK Ambon
- Surat Gembala
- Tahun Yubelium
- Tri Hari Suci
- unio projo
- Uskup Seno Ngutra
- Vatikan
- Wilayah
- Wilayah Aru
- Wilayah Buru
- Wilayah Kei Besar
- Wilayah Kei Kecil
- Wilayah Kota Ambon
- Wilayah KTT
- wilayah malut
- Wilayah Talimas
- wisata rohani airlow
- YPKKA
