GERAKAN SATU CINTA 1000 SENYUM MGR. INNO NGUTRA, USKUP DIOSIS AMBOINA

Bagikan kepada teman-teman anda ....



Seri 7 : *GELOMBANG LAUT TAK SEBANDING GELOMBANG HATI*
( _Oleh: Nn. Katharina Ingnuan_ )

” _Jika Anda mampu melewati dasyatnya ombak dan gelombang laut maka percayalah bahwa Tuhan telah dan sedang mengajarimu menerjang gelombang dan badai kehidupan. Tetaplah yakin bahwa Tuhan sedang menantimu di pelabuhan tujuan.”_

Bila aku menggambarkan diriku maka bisa kukatakan bahwa aku hanyalah Seorang Bocah Lemah, yang tidak begitu dewasa, yang diutus Oleh bapak Uskup Inno Ngutra ketempat yang lebih dalam ( pedalaman ) dengan Mottonya: *DUC IN ALTUM*. Sungguh, ini merupakan sebuah pengalaman berharga yang aku dapatkan; harus hidup sederhana, yang beralaskan keberanian dan senyuman membuatku mampu menerjang ombak dan gelombang Lautan yang ganas sehingga bisa sampai di tempat tujuan dengan selamat.

Hidup sederhana bersama umat kecil dengan berbagai kekurangan khususnya di Stasi Samuya Mangole tempat aku di utus telah mengajariku bahwa kebahagiaan hidup tidaklah dintentukan oleh banyaknya uang dan harta, melainkan pada rasa cinta dan syukur atas setiap anugerah hidup yang kita terima, miliki dan nikmati. Berbagi harta tak sebanding dengan berbagi rasa, cinta dan perhatian. Itulah yang kubuat dan kuterima selama berada di tempat tugas.

Memang harus kuakui bahwa aku lemah dan tak berdaya ketika tantangan menerjangku, tapi aku akan tetap berdiri tegar sama seperti aku telah tegar menghadapi gelombang dan ombak sampai ke tempat tujuan, karena aku sadar bahwa aku diutus untuk membawa kegembiraan dan sukacita kepada umat sederhana itu.

Akhirnya aku aku yakin bahwa ” *Satu Cinta tulus dariku pasti mampu menciptakan 1000 Senyum untuk umat di Mangole.*”

Pesanku, ” _jangan pernah takut berlayar di tengah ombak dan gelombang karena bila Anda berhasil mencapai pelabuhan tujuan maka tahulah Anda bahwa ternyata Anda adalah seorang pelaut handal_ .” Demikian pun ” *Janganlah takut menjadi seorang Katekis yang siap dan rela diutus ke tempat terpencil, karena bila Anda bisa hidup bersama umat kecil dan sederhana maka tahulah Anda bahwa ternyata Anda adalah seorang Katekis handal untuk Gereja*.”

_Dari Seorang Bocah di Mata Tuhan_