CINTA & TARUHAN NYAWA

Bagikan kepada teman-teman anda ....

DAILY WORDS, JUMAT, 20 MEI 2022
PEKAN PASKAH V
BY RP. PIUS LAWE, SVD

BACAAN I : KIS 15: 22-31
MAZMUR : MZM 57: 8-9.10-12
INJIL : YOH 15: 12-17

@ Militant! Itulah jiwa merea berdua, Paulus dan Barnabas. Inilah dua rasul yang disebut Yakobus dalam konsili pertama yaitu konsili Yerusalem, sebagai rasul yang berani mati- militant, yang siap pertaruhan nyawa. Terbukti, sungguh terjadi selama perjalaan misi, jika mereka berdua selalu ditolak, dicercah, dipukul, diusir, bahkan dirajam sampai babak belur. Namun CINTA kedua rasul akan Kristus yang bangkit – Kristus yang telah mempertaruhkan nyawaNya untuk keselamatan umat manusia, sungguh membuat mereka pantang mundur, tidak pernah takut meski hidup mereka selalu dalam ancaman. Konsili Yerusalem mengutus Yudas Barsabas dan Silas untuk pergi ke wilayah bangsa-bangsa lain dan membawa kabar tentang apa yang menjadi hasil dari perjumpaan di Yerisalem. Inilah kabar yang melegakan hati, yang juga merupakan hasil perjuangan Paulus dan Barnabas agar Injil mestinya beradaptasi dengan budaya setempat-tidak diterapkan secara penuh hukum Musa.

@ Tidak keliru jika kita namakan mereka berdua sebagai Pahlawan Cinta. Mereka membuktikan apa yang menjadi pesan Yesus dalam perjamuan akhir, ” Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kita semua adalah sahabat Kristus. Karena itu kita mesti tunjukkan cinta kita yang sesungguhnya bagi Kristus, bukan hanya dalam teriakkan yel yel belaka, melainkan dalam PERBUATAN CINTA KASIH YANG NYATA; bukan cinta bombastis yang dikampanyekan dalam perhelatan politik tertentu;bukan cinta yang selalu dibalas dengan ucapan TERIMA KASIH di depan publik demi popularitas. BUKAN! Ini cinta yang meskipun mempertaruhkan nyawa namun tidak mau apa yang DIPERBUAT TANGAN KANAN diketahui TANGAN KIRI. Orang Ambon mengistilahkannya: pemali- seng boleh bilang-bilang par orang kalo beta su biking ini (perbuatan cinta kasih). Biar Tete Manis sa yang tauโ€ฆ.

@ Sebagai pengikut Kristus, saya mestinya lebih militant untuk pertaruhkan nyawa. Mungkin di wilayah NTT atau wilayah-wilayah berkonsentrasi Katolik lainnya, hidup saya kurang terancam, atau dengan kata lain TAK PERLU TAKUT MATI karena umat sudah mendukung secara fisik maupun moril. Berbeda dengan wilayah-wilayah mayoritas, saya mesti lebih bijaksana, berani dan taktis di wilayah minoritas kristen, tanpa membangun permusuhan, agar nilai-nilai injili tetap diwartakan dalam cara yang totally berbeda. Cinta dengan taruhan nyawa tetap dilraktekkan namun bentuknya tentu saja berbeda. Tidak perlu saya harus berdebat publicly, tidak perlu saya berhadapan argumentasi secara medsos. Tidak perlu berapologetis murahan atau murah meriah. Bukan jamannya. Biasnya berbeda dan mwnimbulkan multi tafsir. Seperti St. Mother Teresa dari Kalkuta, atau seperti Romo Mangunwijaya bersama rakyat pinggiran Kali Code, CINTA DIBUAT DI DALAM DIAM. Tidak perlu diumumkan. Toh dunia tahu dengan sendirinya dan bahkan dunia menulis militansi tindakan cinta kasih mereka yang terpatri rapih di dalam nubari ribuan bahkan jutaan orang-orang kecil di kota Kalkuta dan di pinggiran Kalo Code.

@ Saya, sebagai imam, mesti belajar mempertaruhkan nyawa demi cintaku pada sesama dengan cara keluar dari zona nyaman “gila hormat” dan “tumpuk kekayaan” serta “haus popularitas”. Taruhan nyawaku bukan terletak pada janji-janji palsu tetapi pada DIAMKU untuk turun dan ada bersama umat baik dalam suka maupun dalam duka, tanpa RAB kunjungan besar-besaran, tanpa harus makan waktu dan tenaga umat yang saya kunjungi. Taruhan nyawaku mungkin terletak pada MENGABDI TANPA MENGELUH seng ada kepeng – seng ada intensi misa, seng ada siap makan dan minum. Di sini, hatiku yang mencinta akan siap bertaruh nasib bahkan bertaruh nyawa. Ya, kedengaran agak teoritis, dan oleh karena itu your prayers are most needed in this time of pelayanan imammu. Doaku juga, semoga para awam pun tak lelah dengan kerapuhan dan kekuranganku yang membuatku MENCINTA SECARA SETENGAH-SETENGAH. My warm greetings from Masohi maniseโ€ฆ. ready to drive for 175 km to have a funeral mass. Please pray for my trip in this weekend. God bless you all!!!!!๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™